15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Pria Muslim, Peliharalah Jenggotmu! (Bag.2 Tinjauan Keserupaan Idola dan Para Pencintanya)

Pria Muslim, Peliharalah Jenggotmu! (Bag.2 Tinjauan Keserupaan Idola dan Para Pencintanya)

Seseorang dikategorikan bersama idolanya

Idola menjadi inspirasi, walaupun tak mungkin setara, motivasi itu dihargai sebagai bagian cinta kebaikan dan pahlawannya.

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu bahwa pernah seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam seraya bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Bagaimana menurut anda mengenai seseorang yang mengidolakan kalangan tertentu, namun dia tidak bisa menjangkau (seluruh kebaikan) mereka?’

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabada,

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama sosok yang diidolakannya.” (HR Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi dan yang lainnya)

Muhammad Asyrof Al Adzim Abadi rahimahullah menjelaskan,

يعني من أحب قوما بالإخلاص يكون من زمرتهم وإن لم يعمل عملهم لثبوت التقارب بين قلوبهم وربما تؤدي تلك المحبة إلى موافقتهم وفيه حث على محبة الصلحاء والأخيار رجاء اللحاق بهم والخلاص من النار

“Maksudnya, barangsiapa yang mencintai suatu kaum secara ikhlas, dia akan ikut bersama rombongan mereka, walaupun dia belum (mampu) berbuat seperti amalan mereka, karena jelas betulnya kedekatan di antara kalbu-kalbu mereka. Dan seringkali kecintaan itu mengantarkan kepada upaya menyamakan diri dengan mereka. Dan padanya terdapat motivasi untuk mengidolakan orang-orang shaleh dan baik dibarengi harapan agar bisa dikategorikan bersama mereka (di surga) dan terselamatkan dari neraka.” (‘Aunul Ma’bud 14/25)

Sekilas mengenal tampilan para tokoh idola ummat

Setelah memahami pentingnya mengidolakan dan meniru tokoh-tokoh kebaikan, berikut ini dipaparkan beberapa contoh riwayat penampilan yang layak ditiru dari tokoh-tokoh teladan ummat.

Tidak ada perdebatan, bahwa Idola utama ummat ini tentulah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Imam Abu Isa At Tirmidzi rahimahullah salah seorang ulama yang berjasa besar dalam memperkenalkan tampilan sang teladan. Selain gambaran akhlak mulia, tak lupa beliau sebutkan gambaran tampilan fisik Nabi shallallahu alaihi wasallam. Di antara yang beliau sebutkan riwayatnya,

ﺃﻗﻨﻰ اﻟﻌﺮﻧﻴﻦ ﻟﻪ ﻧﻮﺭ ﻳﻌﻠﻮﻩ ﻳﺤﺴﺒﻪ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺘﺄﻣﻠﻪ ﺃﺷﻢ، ﻛﺚ اﻝﻟﺤﻴﺔ، ﺳﻬﻞ اﻟﺨﺪﻳﻦ، ﺿﻠﻴﻊ اﻟﻔﻢ ﻣﻔﻠﺞ اﻷﺳﻨﺎﻥ ﺩﻗﻴﻖ اﻟﻤﺴﺮﺑﺔ

“Beliau -shollallahu alaihi wasallam- memiliki hidung mancung bercahaya yang menimbulkan kesan tinggi sehingga orang yang tidak benar perhatiannya akan mengira beliau mendongakkan hidungnya, lebat jenggotnya, pipi beliau tanpa terlihat tonjolan tulang atasnya, lebar mulut beliau proporsional, berjarak rapi antara gigi taring dan gigi serinya, memiliki rambut tipis pada bidang dadanya…” (Asy Syamail Al Muhammadiyyah 1/22)


Artikel lain yang semoga juga bermanfaat: Pria Muslim, Peliharalah Jenggotmu! (Bag.1 Sebuah Pengantar Seputar Ciri Syar’i)


Selanjutnya yang terbaik dalam mengikuti Nabi tercinta alaihish-sholatu wassalam, yaitu para pahlawan agama ini.

Para sahabat beliau yang telah direkomendasikan untuk diteladani pula, merekalah yang juga patut kita idolakan dan tiru; perangai terpuji mereka dan tentu saja termasuk penampilannya.

Sekadar mengingat kembali bahwa sebelum wafatnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah berwasiat dalam hadits Hudzaifah bin Al Yaman radhiyallahu anhu,

اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي : أَبِي بَكْرٍ، وَعُمَرَ

“Teladanilah dua sosok (panutan) sepeninggalku: Abu Bakr dan Umar.” (HR At Tirmidzi dishahihkan Syaikh Al Albani rahimahullah)

Seperti apa penampilan sosok panutan kita, sang khalifah pertama penerus perjuangan Nabi shallallahu alaihi wasallam itu?

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu anhu, digambarkan dalam riwayat Ibnu Mandah yang dinukil Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahumullah,

ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻴﺾ ﻧﺤﻴﻔﺎ، ﺧﻔﻴﻒ اﻟﻌﺎﺭﺿﻴﻦ، ﻣﻌﺮﻭﻕ اﻟﻮﺟﻪ، ﻧﺎﺗﻰء اﻟﺠﺒﻬﺔ، ﻳﺨﻀﺐ ﺑﺎﻟﺤﻨﺎء ﻭاﻟﻜﺘﻢ

“Beliau putih (kulitnya) dengan tubuh kurus, tipis rambut jenggotnya, wajahnya tidak banyak dagingnya, menonjol dahinya, (rambutnya) diwarnai dengan inai dan sari tumbuhan katm.” (Al Ishobah fi Tamyiz Ash Shohabah 4/146)

Sementara Khalifah ke-2, Umar bin Al Khoth-thob radhiyallahu anhu; Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengutipkan riwayat Ibnu AbidDunya dengan sanad shahih dari Abu Roja’ Al ‘Ath Thoridi rahimahullah dia berkata,

ﻛﺎﻥ ﻋﻤﺮ ﻃﻮﻳﻼ ﺟﺴﻴﻤﺎ، ﺃﺻﻠﻊ ﺃﺷﻌﺮ ﺷﺪﻳﺪ اﻟﺤﻤﺮﺓ، ﻛﺜﻴﺮ اﻟﺴﺒﻠﺔ ﻓﻲ ﺃﻃﺮاﻓﻬﺎ ﺻﻬﻮﺑﺔ، ﻭﻓﻲ ﻋﺎﺭﺿﻴﻪ ﺧﻔﺔ

“Umar adalah sosok yang berbadan tinggi, tidak berambut bagian depan kepalanya, sementara rambutnya berwarna sangat merah. (Beliau) banyak rambut jenggotnya, yang kemerahan di bagian ujungnya. Sedangkan yang tumbuh di bagian samping rahangnya hanya tipis saja.” (Al Ishobah fi Tamyiz Ash Shihabah 4/484)

Begitu pula semua Khulafa’ Rasyidin lainnya. Semua pahlawan muslimin tersebut wajib kita pegangi secara teguh sunnahnya termasuk bagaimana penampilannya.

Irbadh bin Sariyah radhiyallahu anhu telah menyampaikan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ ؛ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي، وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Sesungguhnya siapapun diantara kalian yang masih hidup kelak akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Berhati-hatilah kalian dari bahaya perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam agama), karena sesungguhnya hal itu adalah kesesatan. Barang siapa diantara kalian yang menjumpainya, wajib baginya berpedoman dengan sunnahku, dan sunnah para pemimpin penerus yang terbimbing sekaligus memperoleh petunjuk. Berpegang teguhlah kepada rujukan itu dengan gigitan pada gigi geraham.” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah dan lainnya, dishahihkan Syaikh Al Albani rahimahullah)


Artikel yang semoga juga bermanfaat: Apakah Sunnah Nabi Itu?


Sementara Khalifah ke-3; Tentang profil Utsman Ibnu Affan radhiyallahu anhu, Ibnu Asakir menukil dari Ibnu Abid Dunya,

ﻫﻮ ﺭﺟﻞ – ﻟﻴﺲ ﺑﺎﻟﻘﺼﻴﺮ ﻭﻻ ﺑﺎﻟﻄﻮﻳﻞ ﺣﺴﻦ اﻟﻮﺟﻪ ﺩﻗﻴﻖ اﻟﺒﺸﺮﺓ ﻛﺜﻴﺮ اﻟﻠﺤﻴﺔ ﻋﻈﻴﻤﻬﺎ ﺃﺳﻤﺮ اﻟﻠﻮﻥ ﻋﻈﻴﻢ اﻟﻜﺮاﺩﻳﺲ ﺑﻌﻴﺪ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ اﻟﻤﻨﻜﺒﻴﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﺷﻌﺮ اﻟﺮﺃﺱ ﻳﺼﻔﺮ ﻟﺤﻴﺘﻪ

“Beliau adalah sosok yang tidak pendek tidak pula terlalu tinggi. Berwajah tampan, halus kulitnya, banyak (rambut) jenggotnya yang didominasi warna coklat. Besar persendian tulangnya, jarak antar kedua pundaknya lebar. Lebat rambut kepalanya. (Uban) di jenggotnya diberi warna kuning.” (Tarikh Dimasyq 39/17 dan asalnya dalam Tarikh Ath Thobari 4/419)

Bukti lainnya tersirat dalam riwayat dari Hani’ mantan budak yang dimerdekakan Utsman bin Affan radhiyallahu anhu berkata, ‘Dahulu Utsman apabila berdiri di hadapan kuburan beliau menangis, sampai basah jenggotnya’. Lalu ketika ditanyakan kepada beliau, ‘Apakah anda mengingat surga dan neraka, lalu menangis karena itu?’ Beliau berkata,

ﺇﻥ اﻟﻘﺒﺮ ﺃﻭﻝ ﻣﻨﺎﺯﻝ اﻵﺧﺮﺓ، ﻓﺈﻥ ﻧﺠﺎ ﻣﻨﻪ ﻓﻤﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﺃﻳﺴﺮ ﻣﻨﻪ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻨﺞ ﻣﻨﻪ ﻓﻤﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﺃﺷﺪ ﻣﻨﻪ

‘Sesungguhnya kuburan merupakan awal tahapan akhirat. Jika bisa selamat dari tahap ini maka yang setelahnya lebih mudah dibandingkan ini. Apabila tidak selamat dari tahap ini maka yang selanjutnya akan lebih berat dari tahap ini.” (Fadhail Ash Shohabah li Ahmad bin Hanbal hadits no. 773 juz 1 hal 475)

Begitu juga teladan dari Khalifah ke-4; Al Hafidz Ibnu Katsir menggambarkan bentuk fisik Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu,

ﻭﻛﺎﻥ ﻋﻈﻴﻢ اﻟﻠﺤﻴﺔ، ﻗﺪ ﻣﻸﺕ ﺻﺪﺭﻩ ﻭﻣﻨﻜﺒﻴﻪ

Beliau itu besar jenggotnya, sampai memenuhi bidang dada dan kedua pundaknya.” (Al Bidayah wa An Nihayah 7/250)

Demikianlah, ternyata para teladan utama umat Islam mulai dari Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam, juga 4 sahabat terbaik beliau radhiyallahum penampilannya berjenggot semua.


Artikel yang semoga juga bermanfaat: Cinta Kepada Nabi yang Hakiki Adalah Taat dan Menjalankan Sunnah Beliau


Walaupun secara lahiriah, ada yang sangat lebat, ada yang cukup panjang, ada pula yang tipis saja rambut jenggotnya. Namun jelas semuanya komitmen menjalankan sunnah para Nabi demikian pula perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam baik secara umum maupun khusus; agar lelaki muslim memelihara jenggot sebagai tampilan dan ciri khas penuh hikmah.

Jadi, apabila muslimin secara ikhlas tanpa tendensi duniawi mereka meniru para idola pahlawan ummat ini yang mereka berjenggot, memeliharanya dengan baik serta tidak mencukurnya, semoga ternilai sebagai bagian berpegang dengan sunnah yang dilandasi kecintaan agar dikategorikan dalam rombongan mereka di surga.

اللهم ارزقنا محبة نبيك واقتفاء أثره واتباع سنته

Ditulis oleh:
Abu Abdirrohman Sofian