Hukum Berdoa dan Mengangkat Kedua Tangan Dalam Berdoa Antara Dua Khotbah Jumat

Pertanyaan:
Salah satu pertanyaan dari penanya adalah: “Wahai Syekh yang mulia, apa hukum berdoa dan mengangkat tangan saat jeda khatib pada hari Jumat? Dan kapan waktu mustajab pada hari itu? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.”
Beliau —rahimahullah (semoga Allah merahmatinya)— menjawab:
Mengenai mengangkat tangan (untuk berdoa saat jeda khotbah), saya tidak mengetahui riwayat khusus mengenai hal ini. Akan tetapi, berdoa di antara dua khotbah itu adalah baik. Jika seseorang berdoa, maka sangat diharapkan doanya dikabulkan.
Demikian pula, doa saat sujud dalam salat Jumat, saat tasyahud, setelah membaca syahadat, dan setelah membaca selawat kepada Nabi ﷺ juga diharapkan terkabul. Doa juga diharapkan terkabul di akhir salat Jumat sebelum salam, begitu pula saat sujud; semua ini adalah waktu untuk berdoa. Demikian pula, jika seseorang berdoa di antara dua sujud, maka doanya lebih diharapkan akan dikabulkan.
Mengenai mengangkat tangan, saya tidak mengetahui riwayat khusus terkait hal ini pada waktu tersebut. Mungkin tidak mengangkat tangan lebih utama karena tidak ada riwayat tentangnya. Pada dasarnya, mengangkat tangan (saat berdoa) diperbolehkan karena Nabi ﷺ mengabarkan bahwa mengangkat tangan merupakan salah satu sebab dikabulkannya doa.
Jadi, jika seseorang mengangkat tangan dalam situasi yang tidak diketahui bahwa Nabi ﷺ melakukannya, lalu ia menahan diri (tidak mengangkatnya), maka hal demikian tidak mengapa. Akan tetapi, dalam situasi yang diketahui bahwa Nabi ﷺ tidak mengangkat tangannya, maka hendaknya ia tidak mengangkatnya, seperti pada khotbah Jumat. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (semoga selawat dan salam tercurah padanya) tidak mengangkat tangan dalam doa khotbah Jumat, begitu pula saat doa di antara dua sujud, doa saat tasyahud, dan doa setelah salat wajib, karena Nabi ﷺ tidak mengangkat tangan pada keadaan-keadaan tersebut.
Adapun mengangkat tangan dalam doa-doanya—ketika seseorang berdoa kepada Rabb-nya, saat antara dirinya dengan Rabb-nya, atau setelah salat sunah—jika ia mengangkatnya sesekali setelah salat sunah, maka hal itu tidak mengapa. Akan tetapi, mengangkat tangan dalam doa di antara dua khotbah merupakan hal yang perlu diteliti (hukumnya), karena kami belum menerima riwayat yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangannya. Oleh karena itu, menahan diri (meninggalkannya) lebih baik dalam keadaan ini. Karena kami belum menerima riwayat yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangan di antara dua khotbah, dan beliau juga tidak berdoa di antara keduanya. Maka yang lebih utama adalah tidak melakukan hal ini, dan berdoa hanya antara dirinya dengan Rabb-nya saja.
Penanya: Kapan waktu yang paling diharapkan akan dikabulkannya doa di hari Jumat, wahai Syekh?
Beliau —rahimahullah— menjawab: Ketika Imam duduk di mimbar hingga salat (Jumat) selesai, dan juga setelah salat Asar hingga matahari terbenam. Itulah waktu yang paling tepat di hari Jumat. Ketika Imam naik ke mimbar hingga salat selesai, dan setelah salat Asar hingga matahari terbenam, itulah waktu yang paling tepat untuk berdoa di hari Jumat.
Penanya: Semoga Allah membalas kebaikan Anda.
Sumber:
https://binbaz.org.sa/fatwas/14876/حكم-الدعاء-ورفع-اليدين-بين-خطبتي-الجمعة
Naskah dalam bahasa Arab:
حكم الدعاء ورفع اليدين بين خطبتي الجمعة
السؤال: من أسئلة السائل يقول -يا سماحة الشيخ-: ما حكم الدعاء ورفع اليدين بعد استراحة الخطيب يوم الجمعة؟ وما هي أوقات الإجابة في ذلك اليوم؟ جزاكم الله خيرًا
الجواب: رفع اليدين لا أعلم ورد في هذا شيء، لكن الدعاء طيب بين الخطبتين، إذا دعا ترجى الإجابة، وهكذا في سجوده في صلاة الجمعة، وفي التحيات، وبعد الشهادة، وبعد الصلاة على النبي ﷺ الدعاء ترجى إجابته في آخر صلاة الجمعة قبل أن يسلم، وفي السجود؛ كل هذا محل دعاء، وكذلك فيما بين السجدتين إذا دعا؛ ترجى الإجابة
أما رفع اليدين ما أعلم ورد في هذا شيء في هذا الوقت، ولعل عدم الرفع أولى لعدم وروده، والأصل جواز رفع اليدين؛ لأن النبي ﷺ أخبر أن رفع اليدين من أسباب الإجابة، فإذا رفع يديه في موضع لم يعلم عن النبي ﷺ أنه رفع وترك؛ فلا حرج، أما الموضع الذي يعرف أن النبي ﷺ ما رفع لا يرفع، مثل خطبة الجمعة لا يرفع؛ لأن النبي ﷺ ما رفع يديه في دعاء خطبة الجمعة، ولا في الدعاء بين السجدتين، ولا في الدعاء في التحيات لا يرفع، ولا إذا سلم من الصلاة الفريضة لا يرفع؛ لأن النبي ﷺ ما رفع في هذه المواضع
أما إذا رفع في دعواته، إذا دعا ربه؛ رفع بينه وبين ربه، أو بعد النافلة إذا رفع بعض الأحيان بعد النافلة؛ فلا حرج، أما في دعائه بين الخطبتين هذا محل نظر؛ لم يبلغنا أن النبي ﷺ رفع، فالترك أحوط في مثل هذا؛ لأنه لم يبلغنا أن النبي ﷺ رفع بين الخطبتين، ولا دعا بين الخطبتين؛ فالأفضل الترك في هذا، يدعو بينه وبين نفسه فقط
المقدم: وما أرجى وقت للاستجابة يوم الجمعة يا سماحة الشيخ يقول السائل؟
الشيخ: إذا جلس الإمام على المنبر إلى أن تقضى الصلاة، وكذلك بعد صلاة العصر إلى غروب الشمس، هذا أرجى يوم الجمعة، الإمام إذا صعد على المنبر حتى تنتهي الصلاة، وبعد صلاة العصر إلى غروب الشمس؛ هذا أرجى وقت للدعوة في يوم الجمعة ساعة الجمعة
المقدم: أحسن الله إليكم
Penerjemah: Abul Fida’ Abdul Qoyyum Zain

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.