Beranda » Latest » Artikel » Ahkam » Adzan dan Iqomat di Kuburan Saat Proses Pemakaman Adalah Bid’ah Menurut Ulama Syafiiyyah Ataupun Al-Lajnah Ad-Daaimah

Adzan dan Iqomat di Kuburan Saat Proses Pemakaman Adalah Bid’ah Menurut Ulama Syafiiyyah Ataupun Al-Lajnah Ad-Daaimah

0
Photo by _Marion

Salah seorang Ulama Syafiiyyah, Ibnu Hajar al-Haitamiy rahimahullah menilai bahwa adzan dan iqomat di kuburan adalah bid’ah, bukan sunnah.

وَسُئِلَ: نَفَعَ اللَّهُ بِهِ بِمَا لَفْظُهُ مَا حُكْمُ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ عِنْدَ سَدِّ فَتْح اللَّحْدِ؟ فَأَجَابَ بِقَوْلِهِ: هُوَ بِدْعَةٌ وَمَنْ زَعَمَ أَنَّهُ سُنَّةٌ ‌عِنْدَ ‌نُزُولِ ‌الْقَبْرِ ‌قِيَاسًا عَلَى نَدْبِهِمَا فِي الْمَوْلُودِ إلْحَاقًا لِخَاتِمَةِ الْأَمْرِ بِابْتِدَائِهِ فَلَمْ يُصِبْ وَأَيُّ جَامِعٍ بَيْنَ الْأَمْرَيْنِ وَمُجَرَّدُ أَنَّ ذَاكَ فِي الِابْتِدَاءِ وَهَذَا فِي الِانْتِهَاءِ لَا يَقْتَضِي لُحُوقَهُ بِهِ.

Dan beliau (Ibnu Hajar al-Haitamiy) -semoga Allah memberikan manfaat dengannya- ditanya dengan lafadz pertanyaan: Apa hukum adzan dan iqomat ketika telah ditutup celah liang lahad? Beliau (Ibnu Hajar al-Haitamiy) menjawab: Itu adalah bid’ah. Barang siapa yang menyangka bahwa itu adalah sunnah diqiyaskan dengan anjuran bagi anak yang baru lahir, untuk menyamakan proses permulaan kehidupan manusia dengan akhir hayatnya, itu tidaklah benar. Manakah yang bisa menggabungkan antara 2 hal itu. Sekadar dianjurkan (adzan dan iqomat) untuk permulaan (kehidupan; saat bayi baru lahir) tidaklah serta merta bisa disamakan dengan (kondisi akhir hayat seseorang). (al-Fatawa al-Kubro al-Fiqhiyyah karya Ibnu Hajar al-Haitamiy 2/24)

Dalam fatwa al-Lajnah ad-Daaimah juga dinyatakan akan kebid’ahan adzan dan iqomat saat pemakaman. Hal itu disebutkan dalam fatwa nomor 3549:

س: يوجد عندنا في بلاد بنجلاديش ‌الأذان بعد دفن الميت عند ‌القبر، وبذلك اختلف العلماء وتنازعوا بينهم؛ فمنهم من يجيزه، ومنهم من يمنعه

Pertanyaan: Di tempat kami di negara Bangladesh dilakukan adzan setelah penguburan mayit di kubur. Sehingga para Ulama berbeda pendapat dan berselisih antar mereka. Ada yang membolehkan dan ada yang melarangnya.

Jawaban al-Lajnah ad-Daaimah:

ج: لا يجوز ‌الأذان ولا الإقامة عند ‌القبر بعد دفن الميت، ولا في ‌القبر قبل دفنه، لأن ذلك بدعة محدثة، وقد ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد» متفق عليه من حديث عائشة رضي الله عنها. وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Tidak boleh azan dan iqomat di sisi kuburan setelah pemakaman mayit. Tidak juga di kuburan sebelum dimakamkan. Karena itu adalah bid’ah perkara baru yang diada-adakan. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Barang siapa yang mengada-adakan pada perkara kami ini yang tidak ada (landasan dalil) darinya, maka itu tertolak. Hadits muttafaqun alain dari hadits Aisyah -semoga Allah meridhainya-. Hanya milik Allah lah taufiq, semoga sholawat dan salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para Sahabat beliau.

Demikian fatwa al-Lajnah ad-Daaimah yang saat itu diketuai oleh Syaikh Bin Baz, wakil ketua Syaikh Abdurrazaaq Afifi, sedangkan anggotanya adalah Syaikh Abdullah bin Ghudayyan dan Syaikh Abdullah bin Qu’ud.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan kepada kita dan segenap kaum muslimin.


Penulis: Abu Utsman Kharisman