15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Wanita » Tidaklah Seorang Istri Merasakan Manisnya Iman Hingga Ia Menunaikan Hak Suaminya

Tidaklah Seorang Istri Merasakan Manisnya Iman Hingga Ia Menunaikan Hak Suaminya

Pernah seorang wanita bertanya kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Setelah beliau menjawab pertanyaannya, Rasul bertanya: Apakah engkau memiliki suami? Wanita itu menjawab: Ya. Rasul kembali menanyakan: Bagaimana sikapmu terhadapnya? Wanita itu menyatakan: Aku tidak mengurangi sedikitpun dalam melayani dan menaatinya (maksudnya dalam hal yang bukan kemaksiatan, pent) kecuali aku sudah tidak mampu lagi. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian bersabda:

انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Perhatikanlah di mana posisimu terhadapnya. Karena sesungguhnya ia (suami) adalah surgamu dan nerakamu
(H.R anNasaai, Ahmad, atThobarony, dishahihkan al-Hakim dan al-Albany)

Artinya, sikap seorang istri terhadap suaminya bisa menghantarkan pada surga, namun sebaliknya juga bisa menghantarkan pada neraka.


Baca Juga: Hukum Cadar (Menutup Wajah bagi Wanita Muslimah) Menurut Pendapat Ulama Bermadzhab Syafiiyyah


Seorang wanita yang sudah bersuami tidaklah bisa merasakan manisnya iman, hingga ia menunaikan hak-hak suaminya.

وَلاَ تَجِدُ امْرَأَةٌ حَلاَوَةَ الْإِيْمَانِ حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا

Dan tidaklah seorang wanita merasakan manisnya iman, hingga ia menunaikan hak suaminya
(H.R al-Hakim, dinyatakan hadits ini shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim oleh adz-Dzahaby)


Baca Juga: Khotbah Jumat: Kewajiban Suami terhadap Istri


Sebagian riwayat hadits menyatakan:

لَا تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا

Tidaklah seorang wanita menunaikan hak Tuhannya hingga ia menunaikan hak suaminya
(H.R Ibnu Majah, Ahmad)

 

Dikutip dari:
Buku “Nasihat-nasihat Pernikahan”, Abu Utsman Kharisman