4 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tauhid » Penjelasan Tentang Syafaat, Syarat-Syarat, dan Siapa yang Akan Mendapatkannya (Bagian Ketiga)

Penjelasan Tentang Syafaat, Syarat-Syarat, dan Siapa yang Akan Mendapatkannya (Bagian Ketiga)

Serial Kajian Kitabut Tauhid bagian ke-62


Bab ke-17:
Syafaat

Orang yang Terancam Tidak Akan Mendapatkan Syafaat Nabi

1. Orang kafir, musyrik, atau munafik akbar.

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا خَيَّرَنِي رَبِّي آنِفًا ؟ قُلْنَا : بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ ، قَالَ : خَيَّرَنِي بَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ ثُلُثَيْ أُمَّتِي الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ ، وَلاَ عَذَابٍ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةَ قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللهِ ، مَا الَّذِي اخْتَرْتَ ؟ قَالَ : اخْتَرْتُ الشَّفَاعَةَ ؟ قُلْنَا جَمِيعًا : يَا رَسُولَ اللهِ ، اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ شَفَاعَتِكَ قَالَ : إِنَّ شَفَاعَتِي لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Maukah kalian aku khabarkan pilihan apa yang diberikan Tuhanku kepadaku? Kami mengatakan: Ya, wahai Rasulullah. Nabi menyatakan: Aku diberi pilihan, antara dimasukkannya 2/3 umatku ke dalam Jannah tanpa hisab dan tanpa adzab atau syafaat. Para Sahabat bertanya: Apa yang anda pilih wahai Rasul? Nabi menyatakan: Aku memilih syafaat. Para Sahabat semua berkata: Wahai Rasulullah, jadikanlah kami sebagai penerima syafaatmu. Nabi menyatakan: Sesungguhnya syafaatku untuk setiap muslim.
(H.R atThobarony, dishahihkan Ibnu Hibban)

2. Pemimpin yang sangat dzhalim dan sangat keras.

3. Orang yang melampaui batas dalam beragama.

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي : إِمَامٌ ظَلُوْمٌ غَشُوْمٌ وَكُلُّ غَالٍ مَارِق

Dua kelompok umatku yang tidak akan mendapat syafaatku: pemimpin yang sangat dzhalim dan keras, dan setiap orang yang melampaui batas (dalam Dien) yang keluar (dari Dien)
(H.R atThobarony dan lainnya dihasankan al-Albaniy)

Macam-macam Syafaat

  1. Syafaatul ‘Udzhma, saat manusia berdiri di hari kiamat dan mereka sangat membutuhkan untuk segera ditegakkan pengadilan Allah. Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam yang berhak untuk memberikan syafaat ini.
  2. Syafaat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam untuk kaum yang kebaikan dan keburukannya sama sehingga bisa masuk Jannah (Surga).
  3. Syafaat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam untuk kaum yang telah diperintah untuk masuk anNaar (neraka), agar tidak jadi masuk anNaar.
  4. Syafaat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam untuk penduduk Jannah agar dinaikkan derajat/ tingkatannya di Jannah.
  5. Syafaat Nabi Muhammad shollalahu alaihi wasallam untuk kaum agar masuk Jannah tanpa hisab tanpa adzab, seperti kepada Ukkasyah bin Mihshon.
  6. Syafaat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam bagi yang mendapatkan adzab untuk diringankan adzabnya, sebagaimana kepada paman beliau Abu Tholib.
  7. Syafaat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam agar kaum muslimin diizinkan masuk Jannah.
  8. Syafaat untuk pelaku dosa besar yang masuk anNaar untuk dikeluarkan dan masuk Jannah. Syafaat ini juga bisa dilakukan oleh Malaikat, Nabi yang lain, maupun kaum mukminin (orang sholih).

Disarikan dari:
Syarh al-Aqiidah atThohaawiyyah karya Ibnu Abil Izz al-Hanafiy (halaman 196-201)

Oleh:
Abu Utsman Kharisman