11 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tafsir » Terjemah Tafsir Surah Al-Baqoroh (63-66)

Terjemah Tafsir Surah Al-Baqoroh (63-66)

Keutamaan Mempelajari al-Baqoroh

اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Bacalah surah al-Baqoroh karena mengambilnya (membaca; menghayati; mengamalkannya) adalah keberkahan, meninggalkannya adalah penyesalan, dan para tukang sihir tidak akan mampu mencapainya
H.R Muslim dari Abu Umamah

Terjemah Tafsir al-Muyassar

Ayat 63

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَكُمۡ وَرَفَعۡنَا فَوۡقَكُمُ ٱلطُّورَ خُذُواْ مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم
بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ٦٣

dan ingatlah – wahai Bani Israil – ketika Kami mengambil perjanjian yang begitu kuat dari kalian untuk beriman kepada Allah dan beribadah hanya kepada-Nya. Dan Kami angkat bukit Thur di atas kalian. Kami berkata kepada kalian: Peganglah Kitab yang Kami berikan kepada kalian dengan kokoh dan penuh kesungguhan, serta jagalah ia. Jika itu tidak kalian lakukan, Kami akan hantamkan bukit ini kepada kalian. Janganlah pula kalian melupakan Taurat, baik secara ucapan maupun perbuatan. Agar kalian bertakwa kepada-Ku dan takut terhadap siksaan-Ku.

Ayat 64

ثُمَّ تَوَلَّيۡتُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَۖ فَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٦٤

Kemudian kalian menyelisihinya dan bermaksiat sekali lagi, setelah pengambilan perjanjian dan diangkatnya bukit itu, sebagaimana kebiasaan kalian. Kalaulah bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya dengan (menerima) tobat dan mengampuni kesalahan-kesalahan kalian, niscaya kalian termasuk orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat

Ayat 65

وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعۡتَدَوۡاْ مِنكُمۡ فِي ٱلسَّبۡتِ فَقُلۡنَا لَهُمۡ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِ‍ِٔينَ ٦٥

dan sungguh kalian telah mengetahui – wahai kaum Yahudi – siksaan yang menimpa pendahulu kalian dari penduduk kampung yang bermaksiat kepada Allah. Allah menyiksa mereka karena (tidak) mengagungkan hari Sabtu. Mereka mengadakan siasat (licik) untuk bisa memancing ikan di hari Sabtu. Mereka letakkan perangkap-perangkap dan menggali kolam-kolam (sebelum hari Sabtu), kemudian mereka menjala ikan di hari Ahad sebagai bentuk siasat menuju hal yang diharamkan. Ketika mereka melakukan hal itu, Allah gantikan wujud mereka menjadi kera yang terbuang (terusir)

Ayat 66

فَجَعَلۡنَٰهَا نَكَٰلٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهَا وَمَا خَلۡفَهَا وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَ ٦٦

Kemudian Kami jadikan kampung ini sebagai pelajaran bagi kampung lain di masa yang sama yang sampai kepada mereka khabar tentang (siksaan) yang menimpanya. Juga sebagai pelajaran (berharga) bagi orang yang melakukan dosa serupa di masa setelahnya. Kami menjadikannya pula sebagai pengingat bagi orang-orang shalih agar mereka mengetahui bahwa mereka berada di atas kebenaran, sehingga tetap kokoh di atasnya.

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman


??????
WA al I’tishom