15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tafsir » Terjemah At-Tafsir Al-Muyassar Surah Al-Balad

Terjemah At-Tafsir Al-Muyassar Surah Al-Balad

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

لَآ أُقۡسِمُ بِهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ١ وَأَنتَ حِلُّۢ بِهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٢ وَوَالِدٖ وَمَا وَلَدَ ٣ لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِي كَبَدٍ ٤

1-4. Allah bersumpah dengan negeri al-Haram (mulia; suci) ini, yaitu Makkah sedangkan engkau wahai Muhammad menetap di negeri al-Haram tersebut. dan Dia (Allah) bersumpah dengan ayah manusia yaitu Adam alaihis salaam maupun anak keturunannya. Sungguh Kami telah menciptakan manusia (hingga mereka) berada dalam kondisi sulit dan kesukaran dalam menghadapi (penderitaan) kehidupan dunia.

أَيَحۡسَبُ أَن لَّن يَقۡدِرَ عَلَيۡهِ أَحَدٞ ٥

5. Apakah dia mengira dengan harta yang dikumpulkannya bahwa Allah tidak berkuasa terhadapnya?

يَقُولُ أَهۡلَكۡتُ مَالٗا لُّبَدًا ٦ أَيَحۡسَبُ أَن لَّمۡ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ ٧

6-7. Ia berkata dengan berbangga: Aku telah membelanjakan harta yang banyak. Apakah ia menyangka dengan perbuatannya itu Allah Azza Wa Jalla tidak melihatnya, serta tidak menghisabnya (memperhitungkan amalnya) baik yang kecil maupun besar?

أَلَمۡ نَجۡعَل لَّهُۥ عَيۡنَيۡنِ ٨ وَلِسَانٗا وَشَفَتَيۡنِ ٩ وَهَدَيۡنَٰهُ ٱلنَّجۡدَيۡنِ ١٠

8-10. Bukankah Kami telah menjadikan untuknya dua mata untuk melihat, lisan dan dua bibir untuk berbicara? Kami pun menjelaskan kepadanya dua jalan: kebaikan dan keburukan

فَلَا ٱقۡتَحَمَ ٱلۡعَقَبَةَ ١١

11. Mengapa ia tidak (berusaha) mengatasi kesulitan akhirat dengan menginfakkan hartanya, hingga ia akan merasa aman?

وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡعَقَبَةُ ١٢

12. Apakah yang engkau ketahui tentang kesulitan akhirat itu dan apa yang bisa membantu untuk mengatasinya?

فَكُّ رَقَبَةٍ ١٣

13. Yaitu membebaskan hamba sahaya beriman dari ikatan perbudakan

أَوۡ إِطۡعَٰمٞ فِي يَوۡمٖ ذِي مَسۡغَبَةٖ ١٤ يَتِيمٗا ذَا مَقۡرَبَةٍ ١٥ أَوۡ مِسۡكِينٗا ذَا مَتۡرَبَةٖ ١٦

14-16. Atau memberikan makan pada hari yang banyak terjadi kelaparan, kepada anak yatim yang masih ada hubungan kerabat sehingga tergabung keutamaan sedekah dan menyambung silaturrahmi. Atau kepada orang fakir yang tidak memiliki apa-apa

ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡمَرۡحَمَةِ ١٧

17. Kemudian selain mengerjakan amalan-amalan kebaikan itu ia termasuk orang yang mengikhlaskan iman kepada Allah, saling berwasiat kepada yang lain untuk bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah maupun meninggalkan kemaksiatan terhadap-Nya, serta saling berwasiat untuk berkasih sayang kepada makhluk

أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ ١٨

18. Orang-orang yang melakukan hal ini mereka adalah Golongan Kanan, yang pada hari kiamat mereka akan diambil dari sisi kanan menuju surga

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايٰتِنَا هُمْ أَصْحٰبُ الْمَشْئَمَةِ

19. dan orang-orang yang kafir terhadap alQuran mereka itu adalah yang diambil pada hari kiamat pada sisi kiri menuju neraka

عَلَيۡهِمۡ نَارٞ مُّؤۡصَدَةُۢ ٢٠

20. Balasan untuk mereka adalah Jahannam yang tertutup dan terkunci atas mereka

 

Penerjemah:
Abu Utsman Kharisman