Bolehkah Penuntut Ilmu Pemula Berdakwah? Ini Penjelasan Ulama

Pertanyaan:
Apakah boleh bagi seorang penuntut ilmu pemula untuk berdakwah mengajak kepada apa yang telah ia pelajari?
Syaikh Zaid bin Hadi al-Madkhali rahimahullah menjawab:
Ya, barang siapa yang telah mempelajari suatu masalah ilmu syariat dan telah menguasainya dengan baik, maka hendaklah ia menyampaikannya kepada orang yang membutuhkannya dan tidak boleh menambah-nambahinya. Ia akan mendapatkan pahala dan dianggap sebagai bagian dari para dai yang menyeru kepada Allah, serta termasuk orang-orang yang menyampaikan syariat Allah, sebagaimana hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.”
Maka, barang siapa yang telah menghafal suatu hukum dari hukum-hukum syariat dan menguasainya dengan baik, hendaklah ia mengajarkannya kepada orang lain agar ia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah firmankan tentang mereka (yang artinya): “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?’” (QS. Fushshilat: 33)
Adapun hal yang dilarang adalah jika ia mengajar manusia atau menyampaikan kepada mereka sesuatu yang tidak ia kuasai dengan baik, sehingga orang-orang terjatuh ke dalam kesalahan karena bertaklid (ikut-ikutan) kepadanya dan karena berprasangka baik kepadanya. Akibatnya, semuanya menanggung dosa. Oleh karena itu, seseorang harus memastikan kebenaran ilmu yang ia sampaikan kepada manusia, dan baginya pahala yang berlipat ganda di sisi Allah.
Hanya saja, seorang pemula tidak boleh tampil di hadapan publik dalam khotbah-khotbah Jumat maupun ceramah-ceramah umum. Akan tetapi, ia mengajar sesuai dengan kadar ilmu yang dimilikinya; ia mengajarkan manusia bagaimana cara bersuci (berwudhu/mandi), bagaimana cara shalat, dan bagaimana membaca Al-Fatihah.
Dengan begitu, ia sudah terhitung sebagai bagian dari para dai yang menyeru kepada Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : ”Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Sumber: Nuzhatul Qari fi Syarh Kitabil ‘Ilmi min Shahihil Bukhari – Hal. 41
Naskah dalam Bahasa Arab
سؤال : هل لطالب العلم المبتدئ أن يدعو لما تعلم ؟
قال العلامة زيد بن هادي المدخلي رحمه الله: نعم من تعلم شيئا من مسائل العلم الشرعي و أتقنه فلينقله إلى من احتاج إليه ولا يزيد وهو مأجور و يعتبر من الدعاة إلى الله من المبلغين لشرع الله كما في الحديث الثابت عن النبي صلى الله عليه وسلم : بلغوا عني ولو آية، فمن حفظ حكما من أحكام الشرع و أتقنه فليعلمه غيره من الناس كي يدخل في عداد من قال الله فيهم : {من أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا و قال إننى من المسلمين} والمحظور هو أن يعلم الناس أو ينقل للناس ما لا يحسنه فيقع الناس في الخطأ تقليدا له و حسن ظن به فيحمل الجميع الإثم فلا بد من التأكد من صواب العلم الذي ينقله للناس وله الأجر المضاعف من عند الله
إلا أن المبتدئ لا يتصدر للناس في خطب الجمعة وفي المواعظ العامة بل يعلم بقدر ما معه من العلم يعلم الناس كيف يتطهرون و كيف يصلون و كيف يقرؤون فاتحة الكتاب فهو بذلك معدود من الدعاة إلى الله، قال صلى الله عليه وسلم: خيركم من تعلم القرآن و علمه
[نزهة القاري في شرح كتاب العلم من صحيح البخاري – ٤١]
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.