Bolehkah Donor Darah Kepada dan Dari Orang Kafir?

Pertanyaan:
Yang mengajukan, Musa’id Salim Jar al-Nabi al-Maliki, dalam suratnya berkata: Apakah diperbolehkan mentransfer (mendonorkan) darah dari suami kepada istrinya? Dan apakah diperbolehkan mentransfer dari satu orang kepada orang lain, meskipun berbeda agama, seperti: dari seorang Muslim kepada seorang Komunis atau dari seorang Komunis kepada seorang Muslim?
Jawaban (oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah):
Saya tidak melihat adanya larangan dalam donor darah jika ada kebutuhan mendesak untuk itu. Jika para dokter memutuskan bahwa ada kebutuhan, dan darah orang ini cocok dengan darah orang itu, maka tidak ada masalah.
Ini berlaku baik dari istri kepada suaminya, dari suami kepada istrinya, dari orang kafir kepada Muslim, atau dari Muslim kepada orang kafir—tidak ada masalah dengan hal ini.
Kecuali jika orang kafir tersebut adalah kafir harbi (kafir yang memerangi) yang syariat menyerukan untuk dibunuhnya, maka tidak boleh mentransfer apa pun kepadanya.
Namun, jika orang kafir tersebut adalah dzimmi (penduduk non-Muslim yang hidup di bawah perlindungan negara Islam), atau mu’ahad (memiliki perjanjian damai), atau musta’man (diberi jaminan keamanan), maka tidak ada masalah (dalam donor darah).
Kesimpulannya: Donor darah tidak memiliki dampak yang sama dengan penyusuan (menyusui). Penyusuan, jika syarat-syaratnya terpenuhi, akan memiliki dampak dan mengakibatkan pengharaman (seperti menjadi mahram).
Adapun donor darah, ia tidak seperti penyusuan. Oleh karena itu, tidak mengapa mendonorkan darah dari suami kepada istri, atau dari istri kepada suami. Ya.
Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/12423/حكم-نقل-الدم-بين-الزوجين-ومن-الكافر-الى-المسلم
Transkrip Fatwa dalam Bahasa Arab
السؤال: المقدم مساعد سالم جار النبي المالكي يقول في رسالته: هل يجوز نقل الدم من الزوج إلى زوجته، وهل ينقل من شخص ثاني إلى ثاني ولو اختلفت دياناتهم مثل: من مسلم إلى شيوعي أو من شيوعي إلى مسلم ؟
أجاب عنه الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز رحمه الله تعالى: لا أرى حرجًا في نقل الدم إذا دعت الحاجة إليه، إذا قرر الأطباء الحاجة إليه وناسب دم هذا دم هذا فلا بأس، سواء كان من زوجة إلى زوجها أو من زوج إلى زوجته أو من كافر إلى مسلم أو من مسلم إلى كافر لا بأس بهذا، إلا أن يكون الكافر حربيًا تدعو الشرعية إلى قتله فلا ينقل له شيء، أما إذا كان الكافر ذميًا أو معاهدًا أو مستأمنًا فلا حرج
فالحاصل: أن نقل الدم لا يؤثر ما هو مثل الرضاع، الرضاع إذا تمت شروطه أثر وحصل به التحريم، أما نقل الدم فلا ليس مثل الرضاع، فلا بأس أن ينقل الدم من الزوج إلى الزوجة ومن الزوجة إلى الزوج. نعم
نور على الدرب

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.