4 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Adab » Mendoakan Kebaikan untuk Guru dan Menutupi Aibnya

Mendoakan Kebaikan untuk Guru dan Menutupi Aibnya

Al-Imam anNawawiy rahimahullah menyatakan:

وَقَدْ كَانَ بَعْضُ الْمُتَقَدِّمِيْنَ إِذَا ذَهَبَ إِلَى مُعَلِّمِهِ تَصَدَّقَ بِشَئْ ٍوَقَالَ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّى وَلاَ تَذْهَبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّى

Sebagian (Ulama) terdahulu jika berangkat menuju gurunya ia bershodaqoh dengan sesuatu kemudian berdoa: Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku. Jangan hilangkan keberkahan ilmunya dariku.
(Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 1/36, at-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran, 1/47)

Catatan:

Demikianlah keberkahan ilmu yang didapat oleh para Ulama Salaf. Mereka mendapatkan keberkahan itu dari Allah dengan sebab baiknya adab mereka dalam menuntut ilmu dan adab mereka terhadap guru.

Sebelum berangkat menuju majelis ilmu, sebagian mereka bershodaqoh.

Subhanallah. Shodaqoh yang dimaksudkan untuk mempermudah ilmu yang mereka dapatkan. Tidak cukup sampai di situ saja, mereka juga berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla, pemilik hakiki segala ilmu. Sungguh indah doa yang mereka ucapkan.


Artikel bermanfaat lainnya: Biografi Singkat Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah


Permintaan pertama: Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku

Ia sadar bahwa gurunya adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan. Tapi ia berharap tidak mengetahui kekurangan gurunya itu. Agar tidak timbul kesan buruk darinya terhadap guru itu sehingga menghalangi ia mendapat ilmu dari guru tersebut.

Perhatikan wahai saudaraku …

Ulama Salaf kita tidak sekedar enggan menyebarluaskan keburukan gurunya. Lebih dari itu, ia tidak berharap mengetahui kekurangan dan aib gurunya sendiri.


Artikel bermanfaat lainnya: Salah Satu Hadits yang Didapatkan Syaikh Al-Albani dari Gurunya


Permintaan kedua: Ia meminta agar jangan Allah hilangkan keberkahan ilmu gurunya untuk dia

Ia menyadari dan mengakui bahwa gurunya memiliki ilmu. Tapi jika Allah tidak menghendaki sampainya ilmu yang berkah pada dirinya, ia tidak akan mendapat manfaat sedikitpun.

Kadangkala seorang alim sangat luas ilmunya. Banyak orang yang hadir di majelisnya mendapat manfaat dari ilmunya. Tapi, di antara sekian banyak orang itu, ada sebagian orang yang juga hadir di tempat yang sama dalam kondisi yang sama tidak mendapat keberkahan ilmu seperti yang lain.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan keberkahan ilmu kepada kita dan kepada guru-guru kita yang telah mengajarkan Tauhid dan Sunnah kepada kita…

 

Ditulis oleh:
Abu Utsman Kharisman