15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tauhid » Malaikat Makhluk yang Agung Takut dan Tunduk kepada Allah (Bagian Pertama)

Malaikat Makhluk yang Agung Takut dan Tunduk kepada Allah (Bagian Pertama)

SERIAL KAJIAN KITABUT TAUHID (Bag ke-59)


Bab Ke-16:
Firman Allah Surah Saba’ Ayat 23

Pendahuluan

Nama bab ini adalah Firman Allah dalam al-Quran. Potongan ayat yang menjadi nama bab ini adalah:

حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِير

hingga ketika (hilang perasaan takut) pada hati para Malaikat, mereka (para Malaikat) berkata: Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian? Malaikat yang lain berkata: al-haq. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar
(Q.S Saba’ ayat 23)

Dalam Kitabut Tauhid ini Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab mengikuti metode penyusunan kitab Ulama terdahulu, seperti al-Imam al-Bukhari dalam Shahihnya. Tidak sedikit nama judul bab adalah suatu firman Allah dalam ayat alQuran.

Bab ini pada intinya adalah menjelaskan makna potongan ayat tersebut. Dalil-dalil yang ada pada bab ini, yaitu 2 hadits, akan menafsirkan makna potongan ayat tersebut. Selain faidah yang terkait dengan tema pada bab ini, akan disebutkan juga faidah-faidah lain yang bisa dipetik dari penyebutan dalil-dalil tersebut.


Baca bagian sebelumnya: Setiap yang Disembah Selain Allah Tidak Memiliki Penciptaan dan Kekuasaan Sedikitpun (Bagian Ketiga)


Penjelasan Umum Potongan Ayat ke-23 Surah Saba’

Ayat ini menjelaskan bahwa saat Allah berfirman menyampaikan wahyu yang didengar oleh penduduk langit, yaitu para Malaikat, para Malaikat bertasbih dan merasa sangat takut. Ketika mendengar Firman (Kalam) Allah tersebut para Malaikat sangat ketakutan hingga pingsan. Setelah selesai Allah berfirman, mereka (para Malaikat) akan saling bertanya apa yang difirmankan Allah. Sebagian Malaikat akan menyatakan bahwa apa yang disampaikan Allah baru saja adalah al-haq (kebenaran). Mereka menceritakan kabar itu secara bersambung dari Malaikat penjaga Arsy hingga ke Malaikat di langit dunia.

Ayat ini menunjukkan demikian agung dan besarnya Kekuasaan Allah. Dialah Yang Memiliki Kemulyaan dan Keagungan. Sekedar mendengar Kalam Allah saja Malaikat merasa sangat ketakutan hingga  pingsan.

Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu menyatakan:

إِذَا حَدَثَ أَمْرٌ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ سَمِعَ مَنْ دُوْنَهُ مِنَ الْمَلَائِكِةِ صَوْتًا كَجَرِّ السِّلْسِلَةِ عَلَى الصَّفَا فَيُغْشَى عَلَيْهِمْ، فَإِذَا ذَهَبَ الْفَزَعُ عَنْ قُلُوْبِهِمْ تَنَادَوْا:(مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ)؟ قَالَ: فَيَقُوْلُ: مَنْ شَاءَ قَالَ الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ

Jika terjadi perintah di sisi Pemilik Arsy (Allah), maka para Malaikat yang di bawahnya akan mendengar suara bagaikan gemerincing rantai besi yang ditarik di atas bebatuan licin. Jika telah hilang perasaan takut dari hati mereka, mereka akan saling berkata: Apa yang dikatakan Rabb kalian. Kemudian akan berkatalah siapa yang berkehendak: al-haq (kebenaran) dan Dia adalah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir atThobary dengan sanad yang shahih, seluruh perawinya adalah rijaal al-Bukhari)

Para Malaikat yang merupakan penduduk langit sangat tunduk dan tersungkur ketika Allah berfirman. Ini menunjukkan Kebesaran Allah bahwa Dialah satu-satunya yang berhak untuk disembah/ diibadahi. Sekaligus menunjukkan kebatilan orang-orang musyrikin yang sebagian mereka menyembah Malaikat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Di antara manusia ada yang menyembah Malaikat. Mereka menyembah Malaikat itu dengan media patung/ berhala yang dirupakan dalam wujud Malaikat sesuai persangkaan mereka. Mereka juga menyangka bahwa Malaikat itu adalah anak perempuan Allah, dan menyembah Malaikat itu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Akidah dan ucapan mereka ini akan ditulis dan dibalas dengan adzab di akhirat oleh Allah.

وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثًا أَشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ (19) وَقَالُوا لَوْ شَاءَ الرَّحْمَنُ مَا عَبَدْنَاهُمْ مَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ (20)

Dan mereka menjadikan para Malaikat yang merupakan hamba-hamba arRahmaan (Allah) sebagai anak perempuan (bagi Allah). Apakah mereka mempersaksikan penciptaan para Malaikat itu? Persaksian mereka itu akan ditulis dan mereka akan ditanya (pada hari kiamat). Dan mereka berkata: Kalau seandainya arRahmaan menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah mereka (para Malaikat). Tidaklah mereka memiliki ilmu dalam hal itu, kecuali mereka hanya membuat-buat kedustaan (Q.S az-Zukhruf ayat 19)

 

Penulis:
Abu Utsman Kharisman