11 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Adab » Jangan Memulai Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir

Jangan Memulai Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir

SERIAL KAJIAN KITABUL JAMI’ MIN BULUGHIL MARAM (bag 9)

BAB: ADAB

Hadits ke-1445

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : لَا تَبْدَؤُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ, وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ, فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ. أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dan dari Abu Hurairah juga beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasalam bersabda: Janganlah kalian mendahului mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashara. Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, arahkan mereka menuju bagian yang sempit dari jalan itu.
(H.R Muslim)


Baca bagian sebelumnya: Hukum Memulai atau Menjawab Salam Bagi Sekelompok Kaum Muslimin


Penjelasan:

Seorang muslim harus merasa bahwa agamanya adalah agama kemuliaan, bukan suatu hal yang hina atau rendah. Janganlah ia merasa minder dan kecil di hadapan pemeluk agama lain. Agama Islam adalah mulia dan tinggi.

Hadits ini berisi larangan dari Nabi untuk memulai mengucapkan salam kepada Yahudi dan Nashara. Bagaimana dengan agama lain? Jawabannya adalah: Terlebih kepada agama lain, justru lebih terlarang lagi. Karena pada Yahudi dan Nashara ada sisi-sisi keringanan kita bermuamalah dengan mereka dibandingkan terhadap agama lain (disarikan dari Fathu Dzil Jalaali wal Ikram karya Syaikh Ibn Utsaimin (6/259)).

Adapun jika kita mengucapkan salam kepada sekelompok orang yang bercampur ada yang muslim dan ada yang kafir, hal itu tidak mengapa. Dengan meniatkan salamnya adalah untuk yang muslim saja. Sebagaimana hadits Usamah bin Zaid dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim bahwasanya Nabi yang sedang menaiki keledai mengucapkan salam ke suatu majelis yang di dalamnya berkumpul ada muslim, musyrik, penyembah berhala, dan Yahudi.

Bagaimana jika Ahlul Kitab (Yahudi atau Nashara) yang mulai mengucapkan salam kepada kita dengan mengatakan: Assalamualaikum? Nabi shollallahu alaihi wasallam memberikan bimbingan:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

Jika Ahlul Kitab mengucapkan salam kepada kalian, ucapkanlah: Wa alaikum (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Apa makna sabda Nabi: “Jika kalian bertemu dengan mereka di jalan, arahkan mereka menuju bagian yang sempit dari jalan itu?”

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menukil perkataan al-Qurthubiy yang menyatakan: Maknanya adalah janganlah minggir untuk memuliakan atau menghormati mereka…. Bukanlah maknanya jika kalian bertemu dengan mereka pepetlah mereka menuju pinggirnya hingga sempit area mereka. (Bukan demikian). Karena hal itu menyakiti mereka, sedangkan kita dilarang untuk menyakiti mereka tanpa sebab (Fathul Baari (11/40)).

Jadi, di dalam hadits ini terkandung larangan mengagungkan dan memuliakan orang-orang kafir dengan memulai mengucapkan salam kepada mereka dan tidak pula merendahkan diri dengan mempersilakan mereka menggunakan sisi yang luas sedangkan kita mengalah mengambil sisi yang sempit saat bertemu di jalan.

Wallaahu A’lam

 

Oleh:
Abu Utsman Kharisman