4 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tauhid » Bab Ke-25: Jenis-Jenis Perbuatan Lain yang Terkait Atau Disebut Sihir (Bagian Kedua)

Bab Ke-25: Jenis-Jenis Perbuatan Lain yang Terkait Atau Disebut Sihir (Bagian Kedua)

SERIAL KAJIAN KITABUT TAUHID (Bag ke-94)


Dalil Kedua:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang mengambil ilmu perbintangan, maka ia telah mengambil cabang/ bagian dari sihir. Bertambah sesuai dengan pertambahannya
(H.R Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dishahihkan anNawawiy, adz-Dzahabiy, Syaikh al-Albaniy dan Syaikh Muqbil)

Penjelasan Dalil Kedua:

Para Ulama menjelaskan bahwa ilmu perbintangan terbagi menjadi 2, yaitu:

1. At-Ta’tsiir

At-ta’tsiir adalah anggapan bahwa keadaan bintang/ benda-benda langit berupa terbitnya, peredarannya, gerakannya, dsb mempengaruhi kehidupan di muka bumi. Ini adalah batil. Keadaan bintang-bintang itu tidaklah memberikan pengaruh bagi kehidupan bumi. Seperti ilmu astrologi tentang zodiak (ramalan bintang), bahwa seseorang yang berbintang Libra, Aquarius, Taurus, atau Sagitarius, dan semisalnya akan mendapatkan keadaan dan kehidupan yang begini dan begini, maka ini adalah bagian/ cabang dari sihir, yang haram. Atau, menganggap bahwa fulaan akan meninggal atau akan hancur rumah tangganya karena munculnya bintang ini. Hal tersebut adalah kebatilan, bagian dari sihir. Semakin besar porsi pengambilan ilmu bintang yang batil ini, semakin besar bagiannya dalam dosa karena sihir. Karena pada bagian ini, orang yang mempelajari ilmu perbintangan tersebut ingin menyingkap hal ghaib di masa yang akan datang, yang hanya menjadi kekhususan pengetahuan Allah.

2. atTas-yiir

atTas-yiir adalah peredaran bintang sebagai petunjuk arah, atau petunjuk waktu, seperti datangnya musim panas atau musim dingin, ilmu astronomi atau falak, dan semisalnya, maka yang demikian tidaklah haram.

وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ

…dan dengan bintang mereka mendapatkan petunjuk (Q.S anNahl ayat 16)

 

Disarikan dari al-Qoulul Mufiid syarh Kitaabit Tauhid, atTa’liqoot al-Baaziyyah, dan al-Mulakhkhosh fii syarh Kitabit Tauhid li Sholih al-Fauzan

 

Oleh: Abu Utsman Kharisman