4 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tauhid » Bab Ke-14: Beristighotsah dan Berdoa kepada Selain Allah adalah Kesyirikan (Bag.1)

Bab Ke-14: Beristighotsah dan Berdoa kepada Selain Allah adalah Kesyirikan (Bag.1)

SERIAL KAJIAN KITABUT TAUHID (Bag ke-51)

Pendahuluan

Dalam bab ini akan disebutkan 2 jenis kesyirikan, yaitu berdoa dan beristighotsah kepada selain Allah. Berdoa dan beristighotsah adalah termasuk ibadah, sehingga tidak boleh dipersembahkan untuk selain Allah.

Berdoa ada 2 macam, yaitu:

1. Doa ibadah.

Segala macam ibadah disebut dengan doa. Sehingga sholat adalah doa, shodaqoh adalah doa, shaum adalah doa, dan seterusnya.

2. Doa permintaan.

Kedua macam doa ini tidak boleh dipersembahkan untuk selain Allah.

Istighotsah adalah termasuk bagian doa. Hanya saja pada istighotsah terdapat kekhususan, yaitu permintaan kepada Allah dalam kondisi yang sangat genting dan darurat.


Baca bagian sebelumnya:
Bab ke-13: Isti’adzah kepada Selain Allah adalah Kesyirikan (Bag.3)


Rasulullah shollallahu alaihi wasallam saat perang Badr beristighotsah kepada Allah, sehingga Allah turunkan bala bantuan pasukan Malaikat yang berjumlah sangat banyak.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Ketika kalian beristighotsah kepada Rabb kalian, kemudian Dia menjawab permintaan kalian itu, sesungguhnya Aku membantu menguatkan kalian dengan 1000 Malaikat yang datang silih berganti
(Q.S al-Anfaal:9)

Istighotsah (permintaan tolong dalam kondisi yang genting) yang hanya Allah saja yang mampu untuk memenuhinya, seperti kesembuhan dari penyakit, keselamatan dari syaithan dan jin, dan semisalnya, tidak boleh ditujukan kepada selain Allah.

Sedangkan istighotsah kepada orang yang masih hidup yang diberi kemampuan oleh Allah untuk memberikan pertolongan dalam hal itu, maka itu tidak mengapa, dan bukan termasuk kesyirikan. Seperti yang terjadi pada seorang dari kaum Bani Israil yang meminta tolong (beristighotsah) kepada Nabi Musa yang dilihatnya pada waktu itu untuk mengalahkan musuhnya.

فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلانِ هَذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ

Maka Musa mendapati adanya dua laki-laki yang berkelahi. Satu orang dari kelompoknya (Bani Israil) dan yang satu lagi dari kelompok musuhnya. Maka orang yang termasuk kelompoknya beristighotsah kepadanya untuk mengalahkan musuhnya. Kemudian Musa memukulnya hingga orang tersebut meninggal
(Q.S al-Qoshosh: 15)

 

Ditulis oleh:
Abu Utsman Kharisman