Mengapa Menjauh dari Allah Membuat Hidup Terasa Rendah dan Hina?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِيعًا ۚ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُ
“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya… (QS. Fatir Ayat 10)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Artinya, barang siapa yang menginginkan kemuliaan, maka hendaklah ia mencarinya dengan ketaatan kepada Allah dan berdzikir kepada-Nya, yaitu berupa perkataan yang baik (al-kalimut thayyib) dan amal yang saleh.
Di dalam doa qunut disebutkan:
إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau puji/tolong (jadikan wali), dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. (H.R Abu Dawud dari al-Hasan bin Ali, pen)
Maka barang siapa yang menaati Allah, sungguh ia telah loyal/dekat (menjadi wali) kepada-Nya dalam ketaatan tersebut, dan ia akan mendapatkan kemuliaan sesuai dengan kadar ketaatannya.
Sebaliknya, barang siapa yang durhaka kepada-Nya, sungguh ia telah memusuhi-Nya dalam kedurhakaan tersebut, dan ia akan mendapatkan kehinaan sesuai dengan kadar kedurhakaannya.”
Sumber: Ad-Daa’ wa ad-Dawaa’ hal 180
Naskah dalam Bahasa Arab
قال الله تعالى: مَن كان يريد العزَّة فللَّه العزَّة جميعًا إليه يصعد الكلم الطيِّب والعمل الصَّالح يرفعه (فاطر : ١٠)
قال ابن القيِّم رحمه الله :أي مَن كان يريد العزَّة ، فليطلبها بطاعة الله وذكره ، مِن الكلم الطيِّب والعمل الصَّالح
وفي دعاء القنوت : إنَّه لا يذلُّ مَن واليت ، ولا يعزُّ مَن عاديت
ومَن أطاع الله فقد والاه فيما أطاعه فيه ، وله مِن العزِّ بحسب طاعته ، ومَن عصاه فقد عاداه فيما عصاه فيه ، وله مِن الذُّل بحسب معصيته
الدَّاء والدَّواء ص ١٨٠
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.