15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tauhid » Makna Tauhid Adalah Menyembah Hanya Kepada Allah dan Meninggalkan Sesembahan Selain Allah (Bagian Ke-5)

Makna Tauhid Adalah Menyembah Hanya Kepada Allah dan Meninggalkan Sesembahan Selain Allah (Bagian Ke-5)

SERIAL KAJIAN KITABUT TAUHID (Bag ke-26)


BAB KEENAM:
TAFSIR TAUHID DAN PENJELASAN SYAHADAT LAA ILAAHA ILLALLAH

Dalil Kelima:

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَرُمَ مَالُهُ وَدَمُهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ

Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan mengkufuri segala yang disembah selain Allah, maka terjagalah harta dan darahnya, sedangkan perhitungannya ada di sisi Allah.
(H.R Muslim)


Baca Bagian Sebelumnya:
Makna Tauhid Adalah Menyembah Hanya Kepada Allah dan Meninggalkan Sesembahan Selain Allah (Bagian Ke-4)


Penjelasan Dalil Kelima:

Hadits ini menjelaskan bahwa barangsiapa yang secara lahiriah nampak jelas mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan secara perbuatan mengkufuri setiap sesembahan lain selain Allah, maka ia adalah saudara kita. Darah dan hartanya terjaga. Darahnya tidak boleh ditumpahkan (dibunuh atau dilukai), dan hartanya tidak boleh diambil darinya tanpa haq.

Sedangkan apakah ia mengucapkan Laa Ilahaa Illallah cuma agar terlihat saja, dan di saat sendirian ia menyembah selain Allah, tidak nampak dari kita, maka itu urusannya antara dia dengan Allah semata. Berarti dia munafik. Namun, kita hanya bisa memperlakukan dia sesuai dengan apa yang nampak pada diri kita. Jika secara lahiriah dia adalah muslim maka perlakukan dia sebagai saudara kita.

Hadits ini juga menunjukkan dalil bahwa konsekuensi dari mengucapkan Laa Ilaaha Illallah adalah mengkufuri segenap sesembahan lain selain Allah. Maka ia tidak boleh beribadah kepada selain Allah. Tidak boleh berdoa kepada Malaikat, Nabi, orang sholih, atau siapapun. Ia hanya berdoa kepada Allah semata. Demikian juga segenap ibadah yang lain hanya ia persembahkan kepada Robbul ‘Aalamiin semata.

 

Penulis:
Abu Utsman Kharisman