15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tauhid » Bab ke-13: Isti’adzah kepada Selain Allah adalah Kesyirikan (Bag.3)

Bab ke-13: Isti’adzah kepada Selain Allah adalah Kesyirikan (Bag.3)

SERIAL KAJIAN KITABUT TAUHID (Bag ke-50)


Dalil Kedua

عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

Dari Khoulah binti Hakiim as-Sulamiyyah beliau berkata: Saya mendengar Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang turun di suatu tempat kemudian berkata: A’udzu bi kalimaatillaahit Taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung kepada Kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluq), tidak akan membahayakannya segala sesuatu hingga ia berpindah dari tempat tersebut
(H.R Muslim)


Baca bagian sebelumnya:
Bab ke-13: Isti’adzah kepada Selain Allah adalah Kesyirikan (Bag.2)


Penjelasan Dalil Kedua

Hadits ini adalah salah satu bimbingan Islam bagi seseorang yang ingin mendapatkan keselamatan jika singgah di suatu tempat. Hendaknya ia membaca:

 أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bi kalimaatillaahit Taammaati min syarri maa kholaq

Minimal dibaca sekali, InsyaAllah akan terhindar dari marabahaya yang ditimbulkan makhluk, misalkan gigitan ular berbisa, kalajengking, kejahatan Jin, dan sebagainya. Sebagian Ulama menyatakan bahwa mungkin suatu musibah itu menimpa dia, seperti disengat kalajengking, tapi hal itu tidak memudaratkannya.

Bacaan itu juga disunnahkan dibaca di waktu sore agar terhindar dari kejahatan makhluk.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْرَبٍ لَدَغَتْنِي الْبَارِحَةَ قَالَ أَمَا لَوْ قُلْتَ حِينَ أَمْسَيْتَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرَّكَ

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Datang seorang laki-laki kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian berkata: Wahai Rasulullah, Bagaimana bisa aku didatangi kalajengking dan menyengatku tadi malam. Nabi bersabda: Jika engkau membaca ketika sore: A’udzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq, niscaya hal semacam itu tidak akan memudharatkanmu (H.R Muslim)

Dalam riwayat hadits yang lain dinyatakan bahwasanya bacaan tersebut dibaca tiga kali di waktu sore:

مَنْ قَالَ إِذَا أَمْسَى ثَلَاثَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرَّهُ حُمَةٌ تِلْكَ اللَّيْلَةَ قَالَ فَكَانَ أَهْلُنَا قَدْ تَعَلَّمُوهَا فَكَانُوا يَقُولُونَهَا فَلُدِغَتْ جَارِيَةٌ مِنْهُمْ فَلَمْ تَجِدْ لَهَا وَجَعًا

Barangsiapa yang mengucapkan ketika sore tiga kali: A’udzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan makhluk) tidak akan memudharatkannya sengatan (binatang) pada malam itu.  (Suhail) berkata: keluarga kami mempelajarinya. Mereka berkata bahwa pernah anak perempuan mereka disengat (binatang) tapi tidak merasa sakit (H.R atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany)


Artikel bermanfaat lainnya:
Tuntunan Permohonan dengan Nama Allah agar Tidak Ada apapun yang Memudaratkan Kita


Di dalam dalil kedua ini terkandung doa meminta perlindungan kepada Kalimat Allah. Kalimat Allah adalah Sifat Allah dan bukan makhluk. Al-Quran adalah termasuk Kalimat Allah. Hal ini merupakan salah satu dalil yang menunjukkan bahwa al-Quran bukanlah makhluk. Karena tidak boleh seseorang beristi’adzah kepada makhluk.

Kalimat Allah dijelaskan dalam hadits ini adalah sempurna, yaitu sempurna dalam kebenaran berita (jujur) dan keadilan.

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا

Dan telah sempurna Kalimat TuhanMu dalam hal kejujuran dan keadilan (Q.S al-An’aam: 115)

Al-Quran sempurna dalam hal kejujuran khabar-khabarnya, dan sempurna dalam keadilan dalam hukum-hukumnya.

 

Oleh:
Abu Utsman Kharisman