Sab 7 Syawal 1446AH 5-4-2025AD

Tafsir Ayat 5 Surah adh-Dhuha: Allah Akan Memberikan Karunia Kepada Nabi di Akhirat yang Membuat Beliau Rida (Senang)

Allah Ta’ala berfirman:

‌وَلَسَوْفَ ‌يُعْطِيكَ ‌رَبُّكَ فَتَرْضَى

Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida (Q.S adh-Dhuha ayat 5)

Hadits Nabi yang Berkaitan dengan Ayat

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاص، أَنَّ النَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – تَلَا قَوْلَ اللهِ عز وجل فِي إِبْرَاهِيمَ: {رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي} الآية [إبراهيم: 36]، وَقَالَ عِيسَى عليه السلام: {‌إِنْ ‌تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [المائدة: 118]، فَرَفَعَ يَدَيْه، وَقَالَ: “اللَّهُمَّ أمَّتِي أمَّتِي”، وَبَكَى، فَقَالَ اللهُ عز وجل: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ – وَرَبُّكَ أَعْلَمُ – فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ؟ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ عليه السلام، فَسَأَلهُ، فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – بِمَا قَالَ، وَهُوَ أَعْلَمُ، فَقَالَ اللهُ: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ، فَقُلْ: إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِي أمّتِكَ، وَلَا نَسُوءُكَ

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash bahwasanya Nabi shollallahu alaihi wasallam membaca firman Allah Azza Wa Jalla tentang Ibrahim (yang artinya): Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka (berhala-berhala itu) telah menyesatkan banyak manusia. Maka, siapa yang mengikutiku, sesungguhnya dia termasuk golonganku. (Q.S Ibrahim ayat 36). Isa alaihissalam juga berkata (sebagaimana disebutkan dalam ayat alQuran yang maknanya): Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S al-Maidah ayat 118). Kemudian Nabi (Muhammad shollallahu alaihi wasallam) mengangkat kedua tangan beliau dan berdoa: ALLAHUMMA UMMATII UMMAATII.. (Ya Allah, kasihanilah umatku…umatku). Kemudian Nabi menangis. Allah Azza Wa Jalla berfirman: Wahai Jibril, pergilah menuju Muhammad – dan Tuhanmu lebih tahu- tanyakanlah apa yang membuatnya menangis? Jibril alaihissalaam kemudian mendatangi beliau, menanyakan (apa sebab beliau menangis). Rasulullah shollallahu alaihi wasallam kemudian memberitahukan kepada Jibril. Dalam keadaan Dia (Allah) lebih mengetahuinya. Allah pun berfirman: Wahai Jibril, pergilah menuju Muhammad, ucapkanlah kepadanya: Sesungguhnya Kami akan membuatmu ridha terkait umatmu dan tidak akan membuatmu bersedih (H.R Muslim)

Beberapa Hal yang Akan Membuat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam Ridha Terhadap Pemberian Allah Kepada Beliau pada Hari Kiamat

Di antaranya adalah:

Pertama: Allah berikan kewenangan Syafaat al-Udzhma. Syafaat untuk seluruh manusia yang berkumpul di padang mahsyar.

Sahabat Nabi Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma berkata:

إِنَّ النَّاسَ يَصِيرُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ جُثًا، كُلُّ أُمَّةٍ تَتْبَعُ نَبِيَّهَا يَقُولُونَ: يَا فُلاَنُ اشْفَعْ، يَا فُلاَنُ اشْفَعْ، حَتَّى تَنْتَهِيَ الشَّفَاعَةُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَلِكَ يَوْمَ يَبْعَثُهُ اللَّهُ المَقَامَ المَحْمُودَ

Sesungguhnya manusia pada hari kiamat akan berkumpul. Setiap umat mengikuti Nabinya. Mereka berkata: Wahai fulan, berikanlah syafaat. Wahai fulan, berikanlah syafaat. Sampai berakhir (permintaan) syafaat itu kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam. Itulah hari di saat Allah bangkitkan beliau pada al-Maqom al-Mahmud (kedudukan yang terpuji)(H.R al-Bukhari)

Kedua: Allah jadikan umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam sebagai separuh populasi penghuni surga.

أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الجَنَّةِ قُلْنَا: نَعَمْ، قَالَ: «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا نِصْفَ أَهْلِ الجَنَّةِ، وَذَلِكَ أَنَّ الجَنَّةَ لاَ يَدْخُلُهَا إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ

(Nabi menyatakan) apakah kalian ridha jika kalian menjadi separuh penghuni surga? Kami (para Sahabat) berkata: ya. Nabi bersabda: Demi (Allah) yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, sesungguhnya aku benar-benar berharap kalian menjadi separuh penghuni surga. Yang demikian itu karena sesungguhnya surga tidaklah dimasuki melainkan oleh jiwa yang muslim (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)

Ketiga: al-Wasilah, sebuah tempat tertinggi di surga untuk satu orang.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ: إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash bahwasanya ia mendengar Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Jika kalian mendengar muadzin (mengumandangkan adzan), maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin. Kemudian bersholawatlah atasku karena sesungguhnya barangsiapa yang bersholawat satu kali atasku, Allah akan bersholawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah al-Wasiilah untukku. (al-Wasiilah) itu adalah suatu tempat di Surga yang tidak didapatkan kecuali oleh satu orang dari hamba Allah saja. Aku berharap akulah yang menempati tempat itu. Barangsiapa yang memintakan al-Wasiilah untukku, maka ia akan mendapatkan syafaat (H.R Muslim)

Keempat: Telaga Rasulullah shollallahu alaihi wasallam.

Kelima: Umat Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam memiliki keistimewaan bagian tubuh bekas anggota wudhu akan bercahaya, pada wajah, tangan, dan kakinya.

Dalil poin keempat dan kelima:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : إِنَّ حَوْضِى أَبْعَدُ مِنْ أَيْلَةَ مِنْ عَدَنٍ لَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ الثَّلْجِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ بِاللَّبَنِ وَلآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ النُّجُومِ وَإِنِّى لأَصُدُّ النَّاسَ عَنْهُ كَمَا يَصُدُّ الرَّجُلُ إِبِلَ النَّاسِ عَنْ حَوْضِهِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَعْرِفُنَا يَوْمَئِذٍ قَالَ: نَعَمْ لَكُمْ سِيمَا لَيْسَتْ لأَحَدٍ مِنَ الأُمَمِ تَرِدُونَ عَلَىَّ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ

dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya telagaku lebih panjang dibandingkan dari Aylah (nama tempat) ke Adn (di Yaman). Telaga itu lebih putih dari salju lebih manis dari madu yang dicampur susu. Sungguh bejana-bejana (untuk menciduk air telaga) lebih banyak dibandingkan bintang. Sesungguhnya aku menghalangi manusia (selain umatku) dari telaga itu sebagaimana manusia menghalangi unta orang lain dari telaganya. Para Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah anda mengenal kami pada hari itu. Nabi menyatakan: Ya. Kalian memiliki tanda yang tidak ada pada umat lain. Kalian akan turun menuju telagaku itu dengan wajah, tangan, dan kaki bercahaya karena bekas air wudhu (H.R Muslim)

Keenam: Syafaat Nabi kepada penghuni surga hingga dibukakan pintu surga.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: آتِى بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ. فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لاَ أَفْتَحُ لأَحَدٍ قَبْلَكَ

dari Anas bin Malik –semoga Allah meridhainya- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Aku mendatangi pintu Surga pada hari kiamat minta dibukakan. Kemudian penjaga (Surga) bertanya: Siapa engkau? Aku menjawab: Muhammad. Ia berkata: Aku diperintah karenamu. Aku tidak boleh membukakan untuk seorangpun sebelummu (H.R Muslim)

Ketujuh: Syafaat Nabi untuk orang yang sudah masuk neraka, untuk dikeluarkan dari neraka, karena masih ada iman di dalam hatinya.

فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ ثُمَّ أَعُودُ إِلَى رَبِّى فَأَحْمَدُهُ بِتِلْكَ الْمَحَامِدِ ثُمَّ أَخِرُّ لَهُ سَاجِدًا فَيُقَالُ لِى يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِى أُمَّتِى. فَيُقَالُ لِى انْطَلِقْ فَمَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ أَدْنَى أَدْنَى أَدْنَى مِنْ مِثْقَالِ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجْهُ مِنَ النَّارِ فَأَنْطَلِقُ فَأَفْعَلُ

Kemudian aku kembali kepada Rabbku, memujiNya dengan pujian-pujian itu. Kemudian aku sujud kepadaNya. Dikatakan kepadaku: Wahai Muhammad angkatlah kepalamu. Ucapkanlah, engkau akan didengar. Mintalah, engkau akan diberi. Berikan syafaat, engkau akan diijinkan memberi syafaat. Aku berkata: Wahai Rabbku, umatku..umatku. Dikatakan: Pergilah, siapa saja yang di hatinya ada seberat biji sawi keimanan, keluarkan dari Neraka. Akupun pergi dan melakukannya. (H.R Muslim dari Anas bin Malik)

Kebanyakan poin-poin keistimewaan Nabi dan umat beliau tersebut yang akan Allah berikan pada hari kiamat diambil dari kitab Tatimmah Adhwaail Bayaan (8/559). Kecuali pada poin yang kedua. Poin-poin yang ada itu kemudian ditambahkan dengan penulisan hadits yang sesuai.

Kedelapan: Pemberian 1000 istana di surga.

عُرِضَ عَلَيَّ مَا هُوَ مَفْتُوحٌ لأُمَّتِي بَعْدِي فَسَرَّنِي، فَأَنْزَلَ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ: {وَلَلآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الأُولَى إِلَى قَوْلِهِ: فَتَرْضَى} أَعْطَاهُ اللَّهُ فِي الْجَنَّةِ أَلْفَ قَصْرٍ مِنْ لُؤْلُؤٍ، تُرَابُهَا الْمِسْكُ، فِي كُلِّ قَصْرٍ مَا يَنْبَغِي لَهُ

Ditampakkan kepadaku wilayah yang akan dibukakan (ditaklukkan) untuk umatku sepeninggalku nanti. Hal itu membuatku gembira. Kemudian Allah Azza Wa Jalla menurunkan ayat (yang artinya): dan kehidupan akhirat adalah lebih baik bagimu dibandikan kehidupan dunia. Dan Tuhanmu akan memberikan karunia kepadamu sehingga membuatmu ridha (Q.S adh-Dhuha ayat 4-5). Allah akan memberikan kepada beliau di surga 1000 istana dari mutiara. Tanahnya dari misk (minyak wangi kesturi). Pada setiap istana terdapat (fasilitas) sebagaimana yang semestinya (H.R Dhiyaa’ al-Maqdisiy, atThobaroniy, dan lainnya, dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah as-Shahihah no 2790).

Penyebutan poin-poin pemberian Allah untuk Nabi dan umat beliau ini hanyalah contoh saja. Adapun pemberian dan anugerah Allah jauh lebih banyak dan lebih besar dari itu. Hanya kepada Allah lah kita berharap karunia, rahmat, dan ampunan-Nya.


Penulis: Abu Utsman Kharisman

Tinggalkan Balasan