Kam 26 Jumadil awal 1446AH 28-11-2024AD

Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin: Manakah yang Lebih Utama Untuk Dilakukan, Salat Sunnah Atau Thawaf?

Pertanyaan:

Apakah hukum melakukan thawaf harian secara sunnah. Kadangkala thawaf untuk kerabat yang masih hidup ataupun sudah meninggal?

Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin:

Tidak diragukan lagi bahwa thawaf termasuk ibadah. Allah Ta’ala berfirman:

وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

dan sucikanlah RumahKu untuk orang-orang yang thawaf, berdiri, maupun ruku’ dan sujud (dalam salat) (Q.S al-Hajj ayat 26)

Memperbanyak thawaf adalah sunnah. Apakah yang lebih utama, thawaf atau salat?

Di antara Ulama ada yg menyatakan bahwa salat (sunnah) lebih utama. Ada juga yang berpendapat thawaf lebih utama. Ada pula yang memberikan perincian: untuk selain penduduk Makkah, thawaf lebih utama. Karena ibadah thawaf itu tidak bisa dilakukan oleh mereka kapan saja. Salat bagi penduduk Makkah lebih utama karena kapan saja mereka bisa thawaf.

Yang benar adalah: lihatlah apa yang lebih bermanfaat dan lebih khusyu’ bagi hatimu.

Kadangkala thawaf lebih bermanfaat bagi seseorang dan lebih membuatnya khusyu’. Sehingga dalam hal itu thawaf lebih utama baginya.

Kadangkala salat lebih bermanfaat dan lebih khusyu’ ia lakukan sehingga salat lebih utama baginya.

Di masa kita saat ini, sebagaimana anda sekalian saksikan, tempat thawaf penuh berdesakan, bahkan para wanita pun ikut berdesakan. Bisa jadi pada sebagian orang yang tidak bisa menahan dirinya, bisa terjatuh pada fitnah. Jika ia menyendiri di sudut Masjidil Haram dan jauh dari kebisingan serta lalu lalang manusia di depannya, ia bisa salat dgn khusyu’, salatnya ini lebih utama dibandingkan thawaf.

Adapun jika tidak ada fitnah pada thawaf, tidak berdesakan dgn para wanita, yang itu sulit terjadi di masa kita saat ini, dan ia jauh lebih khusyu’ dalam thawaf dibandingkan dalam salat, maka thawaf lebih utama.


Baca Juga: Fatwa Syaikh Bin Baz Tentang Mana yang Lebih Utama Dilakukan di Masjidil Haram: Memperbanyak Salat Sunnah Atau Thawaf?


Lafadz Asli dalam Bahasa Arab:

س 830: سئل فضيلة الشيخ- رحمه الله تعالى-: ما حكم الطواف يومياً تطوعاً وجعله أحياناً للأقارب الأحياء أو الأموات؟

فأجاب فضيلته بقوله: الطواف بلا شك من العبادات قال الله تعالى: {وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ} والإكثار منه سنة هل الطواف أفضل أم الصلاة أفضل؟ فمنهم من قال: الصلاة أفضل، ومنهم من قال: الطواف أفضل، منهم من فصل وقال: الطواف لغير أهل مكة أفضل، لأنه لا يحصل لهم كل ما شاءوا، والصلاة لأهل مكة أفضل لأنه متى شاءوا طافوا بالبيت، والصواب أن يقال: انظر ما هو أخشع لقلبك وأنفع، فقد يكون الطواف أحياناً أنفع للإنسان وأخشع للإنسان، ويكون الطواف أفضل، ويكون أحيانا الطواف أخشع للقلب وأنفع للعبد فتكون الصلاة أفضل وفي وقتنا الحاضر كما تشاهدون المطاف يكون مزدحما ويزاحمك فيه النساء، وربما يكون الإنسان ممن لا يملك نفسه فيقع في الفتنة، فإذا انزوى في زاوية من المسجد الحرام وأبعد عن الضوضاء وعن مرور الناس بين يديه وقام يصلى بخشوع وخضوع فإن هذه الصلاة أفضل من الطواف، أما إذا لم يكن هناك فتنة في الطواف ولا مزاحمة نساء وهو بعيد في مثل أوقاتنا هذه وكان يخشع في الطواف أكثر ما يخشع في الصلاة فالطواف أفضل

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

Tinggalkan Balasan