Apa kabar, Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah? Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan, dan taufik kepada kita semua.
Pernahkah kita bertanya, bagaimana seharusnya seorang muslim Ahlussunnah menyikapi pemerintah dan berbagai programnya? Apakah cukup dengan mendukung, mengkritik, atau justru ikut menyebarkan berbagai informasi yang beredar?
Nah, Sobat Asy-Syakilah, mari kita bahas bersama dengan ilmu, tabayun, dan bimbingan agama. Kita akan mengenal Asta Cita dan berbagai program pemerintah, kemudian memahami bagaimana sikap Ahlussunnah dalam mendukung kebaikan, menyikapi kekurangan, serta mendoakan pemimpin dan negeri kita.
Jangan ke mana-mana ya, Sobat Asy-Syakilah! Yuk, simak pembahasannya sampai akhir!
Asta Cita dan Program Pemerintah
Sobat Asy-Syakilah hafidzakumullah, tahukah kalian bahwa berbagai program pemerintah Indonesia memiliki arah dan tujuan yang terangkum dalam sebuah fondasi pembangunan nasional bernama Asta Cita. Lantas, apa itu Asta Cita dan apa visi misinya?
Asta Cita merupakan delapan misi bapak Presiden Prabowo yang menjadi arah pembangunan nasional dan dituangkan ke dalam 17 program prioritas Presiden. Asta Cita kemudian dijabarkan melalui RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025–2029 ke dalam berbagai prioritas, program, kegiatan, dan proyek pembangunan yang dilaksanakan oleh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.[1]
Melalui Asta Cita dan berbagai program prioritas tersebut, pemerintah berupaya mewujudkan visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”. Dengan demikian, Asta Cita menjadi salah satu pijakan penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, insya Allah.[2]
Apa Saja Target Program dan Hasil Nyata Dari Asta Cita Bapak Presiden?
Di antaranya adalah:
1. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program MBG ditargetkan dalam jangka panjang dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, termasuk pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, santri di pesantren, serta ibu hamil dan menyusui.[3] Alhamdulillah, Sobat Asy-Syakilah, mungkin kita sendiri sudah merasakan langsung manfaat dari program MBG ini, ya! Yuk, jangan lupa kita doakan kebaikan untuk Bapak Presiden.
2. Peningkatan Program Sektor Pendidikan
Di bidang pendidikan, pemerintah juga menjalankan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan. Di antaranya melalui peningkatan kesejahteraan dan beasiswa bagi guru,[4] pengembangan Sekolah Rakyat secara bertahap,[5] pendirian 10 Universitas Republik Indonesia (URI),[6] serta digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran ratusan ribu layar/papan tulis pintar (smart board) ke berbagai sekolah.[7]
3. Swasembada energi dan pangan
Alhamdulillah, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan nasional pada tahun 2025. Menurut beliau, swasembada pangan merupakan tonggak penting bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Sebab, sebuah bangsa tidak dapat disebut benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.[8]
Lalu, bagaimana dengan energi? Insyaallah, pemerintah juga terus mengupayakan swasembada energi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi dari luar negeri. Berbagai langkah sedang dilakukan menuju kemandirian energi, termasuk pengembangan biodiesel dan biosolar dari sumber daya dalam negeri. Semoga Allah Ta’ala memudahkan ikhtiar ini. [9]
4. Program Koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) atau Kopdes
Pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berupaya memperkuat perekonomian masyarakat desa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Program ini menargetkan pembentukan sekitar 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa, memperpendek rantai pasok, dan mendorong pemerataan ekonomi.[10]
Dan masih banyak lagi lhoh program dari Asta Cita bapak Presiden untuk membangun Indonesia. Semoga Allah Ta’ala memudahkan setiap ikhtiar beliau yang membawa kemaslahatan bagi rakyat dan negeri.
Program Pemerintah: Didukung Atau Dicela?
Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah, setelah kita mengenal Asta Cita dan berbagai program pemerintah, muncul sebuah pertanyaan penting: sebagai seorang muslim Ahlussunnah, bagaimana seharusnya sikap kita terhadap pemerintah?
Ahlussunnah mendukung kebaikan dan mendoakan pemerintah
Di antara prinsip Ahlussunnah dalam menyikapi pemerintah adalah menghormati, menaati dalam perkara yang ma’ruf, mendukung berbagai upaya kebaikan, serta mendoakan pemerintah agar senantiasa mendapatkan taufik dari Allah Ta’ala.
Ketahuilah sobat! Prinsip ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi merupakan sunnah (ajaran) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diwariskan oleh para ulama Salaf dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah nasihat Imam Al-Barbahari rahimahullah:
إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَدْعُو عَلَى السُّلْطَانِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ صَاحِبُ هَوَى وَإِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَدْعُو لِلسُّلْطَانِ بِالصَّلَاحِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ صَاحِبُ سُنَّةٍ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Al-Imam Al-Barbahari berkata: “Jika engkau melihat seseorang mendoakan keburukan bagi penguasa, ketahuilah bahwa dia adalah pengikut hawa nafsu. Dan jika engkau melihat seseorang mendoakan kebaikan bagi penguasa, ketahuilah bahwa dia adalah pengikut sunnah, insya Allah.” [Syarhus-Sunnah karya Imam Al-Barbahari, hlm. 113, no. 136]
Harapan Kita: Memiliki Pemerintah yang Baik
Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah, tentu kita semua berharap memiliki pemimpin yang adil, amanah, dan bertakwa. Namun, jangan hanya berharap perubahan dari atas. Mari kita mulai dari diri kita sendiri! Sebab, kebaikan rakyat merupakan salah satu sebab datangnya kebaikan para pemimpin. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah memberikan nasihat:
فَإِذَا صَلَحَتِ الرَّعِيَّةُ يَسَّرَ اللَّهُ لَهُمْ وُلَاةً صَالِحِينَ، وَإِذَا كَانُوا بِالْعَكْسِ كَانَ الْأَمْرُ بِالْعَكْسِ
“Jika rakyat menjadi baik, Allah akan memudahkan bagi mereka pemimpin-pemimpin yang saleh. Sebaliknya, jika keadaan rakyat tidak baik, maka keadaan para pemimpin pun akan demikian.” [Syarh Riyadus-Shalihin, jilid 1 halaman 282]
Maka, jika kita menginginkan pemerintah yang baik, mari kita menjadi rakyat yang baik terlebih dahulu; memperbaiki akidah, memperbanyak ibadah, menjaga akhlak, menaati Allah Ta’ala, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Waspada Isu Negatif
Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah, di era derasnya informasi, berbagai berita tentang pemerintah begitu mudah kita temukan. Ada yang benar, ada pula yang belum jelas. Bahkan, muncul berbagai isu dan celaan terhadap program pemerintah, seperti MBG dan Kopdes, yang dikaitkan dengan korupsi, pemborosan anggaran, tata kelola yang buruk, hingga dianggap tidak bermanfaat.
Benarkah semua itu? Sudahkah kita melakukan tabayyun (mengecek kebenaran)? Jangan terburu-buru percaya, apalagi menyebarkan berita yang belum jelas. Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan, yang akhirnya membuat kamu menyesali perbuatanmu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Tabayyun dulu sebelum percaya, teliti sebelum berbicara, dan berpikir sebelum menyebarkan! Semoga Allah menjaga kita dari dosa lisan maupun tulisan.
Jikalau Pemerintah Jatuh Dalam Kesalahan dan Kekurangan
Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah, pemerintah juga manusia; mereka bisa benar dan bisa salah. Jika kita menemukan kesalahan, Islam mengajarkan kita untuk menasihati dengan cara yang baik dan bijaksana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلَا يُبْدِهِ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ
“Barangsiapa ingin menasihati penguasa mengenai suatu perkara, hendaknya ia tidak menyampaikannya secara terang-terangan. Akan tetapi, hendaknya ia mengambil tangannya, lalu menasihatinya secara berdua. Jika penguasa menerima nasihat tersebut, maka itulah yang diharapkan. Namun, jika ia tidak menerimanya, sungguh orang tersebut telah menunaikan kewajibannya terhadap penguasa.” [HR. Ahmad No. 15333]
Maka, menasihati pemerintah adalah bentuk kepedulian, tetapi hendaknya ditempuh dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Islam. Jangan sampai niat memperbaiki justru berubah menjadi celaan dan kegaduhan. Waspada dengan syubhat:
“Jangankan mau dengarkan nasehat, kita melakukan demonstrasi saja tidak didengar, apalagi menasihati secara tertutup?”
Dalam hal menasehati penguasa dengan kesalahannya, tentunya tidak berdalih dengan solusi logika. Kita harus mengembalikan perihal di atas dengan solusi ilahiyyah, yaitu mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tugas kita adalah menempuh cara yang benar; hidayah dan hasilnya berada di tangan Allah.
Ingat! Agama Tegak, Kemaslahatan Terjaga dengan Adanya Pemerintah
Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah, perlu kita sadari bahwa pemerintah bisa saja melakukan kesalahan, bahkan kezaliman. Namun, di balik keberadaan pemerintah terdapat banyak kemaslahatan bagi agama dan kehidupan masyarakat, meskipun pemerintah tersebut memiliki kekurangan. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
وَاللَّهِ مَا يَسْتَقِيمُ الدِّينُ إِلَّا بِهِمْ، وَإِنْ جَارُوا وَظَلَمُوا، وَاللَّهِ لَمَا يُصْلِحُ اللَّهُ بِهِمْ أَكْثَرُ مِمَّا يُفْسِدُونَ
“Demi Allah agama ini tidak akan tegak kecuali dengan adanya mereka (penguasa), meskipun mereka berbuat sewenang-wenang dan zalim. Demi Allah sungguh apa yang Allah perbaiki melalui mereka lebih banyak daripada apa yang mereka rusak.” [Jami’ al-Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab al-Hanbali, Juz 2 , Halaman 117]
Satu Doa untuk Pemimpin, Sejuta Kebaikan untuk Negeri
Sobat Asy-Syakilah hafizhakumullah, setelah memahami berbagai program pemerintah dan prinsip Ahlussunnah dalam menyikapinya, jangan lupa bahwa salah satu bentuk kepedulian kita kepada negeri adalah mendoakan para pemimpin kita.
Al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
لَوْ كَانَتْ لِي دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ مَا جَعَلْتُهَا إِلَّا فِي السُّلْطَانِ
“Seandainya aku memiliki satu doa yang mustajab, niscaya tidaklah aku jadikan doa tersebut melainkan untuk penguasa.” [Syarhus-Sunnah Lil Imam Barbahari, atsar No. 136]
Nasihat ini mengajarkan kepada kita bahwa kebaikan seorang pemimpin akan membawa kemaslahatan dan sejuta kebaikan untuk Negeri. Oleh karena itu, angkatlah tangan kita untuk mendoakan mereka:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنَا
“Ya Allah, perbaikilah para pemerintah yang mengurusi urusan kami.”
Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik, hidayah, pertolongan, dan petunjuk kepada Presiden Prabowo Subianto, Kabinet Merah Putih, serta seluruh jajaran pemerintah Republik Indonesia. Semoga Allah memperbaiki keadaan mereka, membimbing mereka dalam menjalankan amanah, serta menjadikan setiap kebijakan yang membawa kebaikan sebagai sebab datangnya kemaslahatan bagi seluruh rakyat dan negeri. Amin ya Rabbal Alamin
Wallahu a’lam bish-shawab
Penulis: Muhammad Kholis Ibrahim
Catatan Kaki:
[1] https://setneg.go.id/baca/index/rpjmn_2025_2029_fondasi_awal_wujudkan_visi_indonesia_emas_2045
[2] https://setneg.go.id/baca/index/rpjmn_2025_2029_fondasi_awal_wujudkan_visi_indonesia_emas_2045
[3] https://setneg.go.id/baca/index/presiden_rapbn_2026_untuk_wujudkan_ekonomi_tangguh_mandiri_dan_sejahtera
[4] https://setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_tingkatkan_kesejahteraan_dan_kompetensi_guru_tunjangan_naik_hingga_program_beasiswa_diperluas
[5] https://www.setneg.go.id/baca/index/pastikan_akses_pendidikan_merata_dan_berkualitas_wapres_tinjau_sekolah_rakyat_menengah_pertama_4_padang
[6]https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_lantik_donny_ermawan_dan_yos_sunitiyoso_sebagai_gubernur_dan_wagub_universitas_republik_indonesia
[7] https://bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id/main/prabowo-rencana-cek-langsung-aktivitas-belajar-sekolah-sekolah-via-ifp-pid/
[8] https://www.setneg.go.id/baca/index/presiden_prabowo_umumkan_swasembada_pangan_nasional_2025
[9] https://presidenri.go.id/transkrip/peresmian-pembukaan-rapat-koordinasi-nasional-pemerintah-pusat-dan-daerah-tahun-2026
[10] https://setneg.go.id/baca/index/inilah_inpres_9_2025_tentang_percepatan_pembentukan_koperasi_desa_kelurahan_merah_putih