15 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Tafsir » Manusia yang Sangat Dicintai Oleh Allah Ta’ala

Manusia yang Sangat Dicintai Oleh Allah Ta’ala

Seorang yang dicintai oleh Allah disebut dengan Habibullah. Habib artinya secara bahasa adalah “yang dicintai”. Pada tingkatan cinta yang lebih tinggi ada sebutan Kholil. Kholilullah artinya orang yang sangat dicintai oleh Allah dengan tingkat kecintaan yang lebih tinggi dari sekedar Habib.

Dua Nabi yang merupakan Kholil Allah adalah Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman:

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kholil (orang yang sangat dicintai oleh-Nya)
(Q.S anNisaa’ ayat 125)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa predikat Kholil adalah tingkatan kecintaan yang tertinggi. Beliau menjelaskan dalam tafsir surah anNisaa’ ayat 125 tersebut:

وَهَذَا مِنْ بَابِ التَّرْغِيبِ فِي اتِّبَاعِهِ؛ لِأَنَّهُ إِمَامٌ يُقْتَدَى بِهِ، حَيْثُ وَصَلَ إِلَى غَايَةِ مَا يَتَقَرَّبُ بِهِ الْعِبَادُ لَهُ، فَإِنَّهُ انْتَهَى إِلَى دَرَجَةِ الخُلَّة الَّتِي هِيَ أَرْفَعُ مَقَامَاتِ الْمُحِبَّةِ، وَمَا ذَاكَ إِلَّا لِكَثْرَةِ طَاعَتِهِ لِرَبِّه

Penyebutan ini adalah untuk memotivasi manusia agar mengikuti beliau (Ibrahim). Karena beliau adalah imam yang semestinya diikuti. Beliau telah sampai pada puncak taqorrub yang dilakukan para hamba. Beliau telah sampai pada derajat sebagai Kholil yang merupakan tingkatan kecintaan tertinggi. Tidaklah hal itu tercapai kecuali karena beliau banyak melakukan ketaatan kepada Rabbnya
(Tafsir al-Quranil Adzhim (2/422))


Baca Juga: Berlimpah Keutamaan dan Teladan Nabi Ibrahim alaihissalam


Nabi kita Muhammad shollallahu alaihi wasallam juga merupakan Kholil Allah (orang yang sangat dicintai Allah).

Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menjadikan aku sebagai Kholil sebagaimana Dia (Allah) menjadikan Ibrahim sebagai Kholil
(H.R Muslim)

 

Dikutip dari:
Buku “Mari Bersholawat Sesuai Tuntunan Nabi shollallahu alaihi wasallam”, Abu Utsman Kharisman