4 Jumadil awal 1444
Beranda » Latest » Artikel » Manhaj » Jangan Segan kepada Siapapun dalam Menyuarakan Kebenaran

Jangan Segan kepada Siapapun dalam Menyuarakan Kebenaran

Berkata al-Muhaddits al-‘Allamah asySyaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah:

و في الحديث  :(لَا يَمْنَعَنَّ رَجُلًا هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ إِذَا عَلِمَهُ) النهي المؤكد عن كتمان الحق خوفا من الناس، أو طمعا في المعاش

فكل من كتمه مخافة إيذائهم إياه بنوع من أنواع الإيذاء كالضرب و الشتم، و قطع الرزق، أو مخافة عدم احترامهم إياه، و نحو ذلك، فهو داخل في النهي و مخالف للنبي صلى الله عليه وسلم، و إذا كان هذا حال من يكتم الحق و هو يعلمه فكيف يكون حال من لا يكتفى بذلك بل يشهد بالباطل على المسلمين الأبرياء و يتهمهم في دينهم و عقيدتهم مسايرة منه للرعاع ، أو مخافة أن يتهموه هو أيضا بالباطل إذا لم يسايرهم على ضلالهم و اتهامهم .اهــ

“Pada hadits Nabi ﷺ:

لَا يَمْنَعَنَّ رَجُلًا هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ بِحَقٍّ إِذَا عَلِمَهُ

Janganlah sekali-kali rasa segan kepada manusia menghalangi seseorang untuk mengatakan kebenaran jika dia mengetahuinya.

Terdapat larangan yang ditekankan dari perbuatan menyembunyikan kebenaran karena segan/takut kepada manusia atau karena mengharapkan penghidupan (yang lebih baik). Jadi siapa saja yang menyembunyikannya karena takut terhadap gangguan mereka dengan sesuatu yang menyakitkan, seperti pemukulan, celaan, dan diputusnya (sebagian) rezeki, atau mereka tidak lagi memuliakannya, dan yang semisalnya, maka itu termasuk dalam larangan dan telah menyelisihi Nabi ﷺ.


Artikel bermanfaat lainnya: Beberapa Jenis Pendapat Ahlul Ijtihad


Dan jika seperti ini keadaan orang yang menyembunyikan kebenaran dalam keadaan dia mengetahuinya, maka bagaimana dengan keadaan orang yang tidak mencukupkan dengan melakukan hal itu saja, bahkan dia bersaksi secara bathil untuk menjatuhkan kaum muslimin yang tidak bersalah, menuduh (menyimpang) agama dan akidah mereka demi mengikuti kemauan orang-orang rendahan, atau karena dia juga takut mereka akan menuduhnya dengan kebathilan jika dia tidak sejalan dengan mereka dalam kesesatan dan tuduhan dusta mereka.”

(as-Silsilah ash-Shahihah 1/ 325. No. Hadits 168)


Artikel bermanfaat lainnya: Menjelaskan Kebenaran Bagian Perjanjian Orang Berilmu kepada Allah


Demikian pula asySyaikh al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah telah berkata:

و لو سكت أهل الحق عن بيانه لاستمر المخطئون على أخطائهم، و قلدهم غيرهم في ذلك وباء، الساكتون بإثم الكتمان الذي توعدهم الله في قوله سبحانه: اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَلْعَنُهُمُ اللّٰهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُوْنَۙ اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولٰۤىِٕكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

وقد أخذ الله على علماء أهل الكتاب الميثاق لتبيننه للناس ولا تكتمونه، وذمهم على نبذه وراء ظهورهم، وحذرنا من اتباعهم. فإذا سكت أهل السنة عن بيان أخطـاء من خالف الكتاب والسنة شَـابَهُوا بذلك أهل الكتاب المغضوب عليهم والضالين

”Jika pengusung kebenaran diam dari menjelaskan kebenaran maka orang yang terjatuh dalam kesalahan akan terus menerus berada dalam kesalahan, dan akan bertaqlid kepada mereka orang-orang selain mereka dalam hal itu, ini adalah musibah yang merata. Orang-orang yang diam mendapatkan dosa menyembunyikan, yang Allah mengancam mereka dengan firman Nya:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالْهُدٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا بَيَّنّٰهُ لِلنَّاسِ فِى الْكِتٰبِۙ اُولٰۤىِٕكَ يَلْعَنُهُمُ اللّٰهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللّٰعِنُوْنَۙ اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولٰۤىِٕكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari penjelasan-penjelasan dan petunjuk setelah Kami jelaskan kepada manusia di dalam alKitab, mereka mendapat laknat dari Allah dan mereka akan dilaknat oleh setiap (makhluk) yang bisa melaknat. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menjelaskan (kebenaran) maka terhadap merekalah Aku menerima taubat mereka dan Aku Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Baqarah: 159-160 -pent)


Artikel bermanfaat lainnya: Kewajiban Bersikap Adil kepada Siapapun Sekalipun dalam Membantah Kebatilan


Dan sungguh Allah telah mengambil dari para ulama’ Ahlul Kitab perjanjian agar mereka menjelaskan kepada manusia dan tidak menyembunyikannya dan Allah mencela mereka atas perilaku mereka yang mencampakkan perjanjian tersebut ke belakang punggung mereka. Dan kami memperingatkan dari mengikuti mereka.

Maka apabila Ahlussunnah diam dari menjelaskan kesalahan orang-orang yang menyelisihi al-kitab dan asSunnah, mereka menyerupai dengan itu ahlul kitab yang dimurkai (Yahudi) dan orang-orang yang sesat (Nasrani).”

(Majmu’ Fatawa asySyaikh Ibnu Baz: 3/72-73)

Wallahu a’lam

Penulis:
Abu Ali Zain